Proyek pembangunan jalan "underpass" atau jalan bawah tanah di simpang Dewa Ruci Kuta, Bali, telah berjalan hampir 60 persen. Pembangunan itu bertujuan untuk mengurai kemacetan dan mendukung KTT APEC 2013.
Namun, pelaksanaan pembangunan yang tidak terorganisir dengan rapi mendapatkan keluhan dari pengguna jalan. Seorang wisatawan asal Jerman, Julia, yang melintas di jalan proyek tersebut mengaku stres. Jalan sangat berdebu dan timbunan tanah di bahu jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun mencontohkan proyek pembangunan jalan di negaranya lebih terorganisir daripada pembangunan di Bali. "Di negara saya, tidak ada proyek seperti ini. Pihak kontraktor sangat memperhatikan keselamatan pengguna jalan," katanya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Underpass Dewa Ruci Hendro Satrio memaklumi keluhan pengguna jalan. Ia meminta maaf dan berharap pengguna jalan bersabar karena pengerjaan proyek beberapa bulan ke depan akan segera selesai.
"Kami mohon maaf kepada pengguna jalan. Genangan air bukan disebabkan pipa PDAM bocor, air tersebut memang disiramkan agar tidak panas dan pengguna jalan merasa lebih nyaman," kata Hendro.
Ia menjelaskan, proyek underpass telah berjalan 62 persen. Pengerjaan saat ini memasuki pengecoran beton di bagian kiri jalan menuju Bandara Ngurah Rai.
Proyek jalan bawah tanah pertama di Bali yang menelan dana Rp 179 miliar diperkirakan rampung pertengahan tahun 2013 sebelum KTT APEC.
(gds/trq)











































