Pengungsi Somalia Demo Kantor Perwakilan UNHCR Makassar

Pengungsi Somalia Demo Kantor Perwakilan UNHCR Makassar

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Rabu, 24 Okt 2012 12:30 WIB
Pengungsi Somalia Demo Kantor Perwakilan UNHCR Makassar
Pengungsi Somalia demo UNHCR/ Abdurrahman
Makassar, - Sebanyak 8 pengungsi asal Somalia mendatangi kantor perwakilan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), di jalan Pengayoman Blok F9 No 2, Makassar, Rabu (24/10). Mereka menuntut Badan PBB yang mengurusi pengungsi ini tidak melakukan diskriminasi pada para pencari suaka asal Somalia yang ada di Makassar.

Juru bicara pengungsi Somalia, Muhammad Mahmud yang ditemui detikcom, menyebutkan pihak UNHCR hanya memproses berkas para pengungsi asal Iran dan Afganistan, yang akan diberangkatkan ke Australia untuk mendapatkan suaka.

"Kami sudah berkali-kali mencoba bicara baik-baik dengan pihak UNHCR, tapi mereka tidak mau menanggapi kami, kami hanya inginkan perlakuan sama seperti para pengungsi asal Iran dan Afghanistan," ujar Mahmud.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut nama para pengungsi Somalia tersebut, selain Mahmud, Abdo Adawe, Abdul Razak, Naimah, Aminah, Bilan, Mulki dan putrinya Ruweyda. Kedelapan pengungsi Somalia ini kini ditampung di sebuah rumah di jalan Borong Raya, Makassar, yang difasilitasi oleh lembaga International Organization for Migration (IOM).

Sebelumnya, kedelapan pengungsi asal Mogadishu, Somalia, sudah pernah ditahan selama empat bulan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Bolangi, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan, sejak bulan April hingga Agustus 2012. Selain itu, 12 pengungsi asal Somalia lainnya masih ditahan di Rudenim Bolangi.

Mahmud menambahkan, para pengungsi asal Somalia ini merupakan para pencari suaka yang hendak menyeberang menuju Australia, namun mengalami musibah setelah perahu yang mereka tumpangi karam di perairan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, 14 April 2012 silam.

Sementara itu, terkait aksi para pengungsi Somalia ini, pihak perwakilan UNHCR sendiri enggan menemui para demonstran yang merasa didiskriminasi tersebut. Termasuk ketika hendak dimintai konfirmasi oleh para wartawan yang meliput aksi para pengungsi Somalia tersebut.

(mna/ega)


Berita Terkait