"Tahun lalu ketepatan waktu penerbangan pulang mencapai 68%, sekarang kita harapkan bisa 85%," kata Vice President Haji Garuda Indonesia, Hadi Syahrean, di Jeddah, Arab Saudi, Senin (22/10/2012).
"Tapi kalau bisa tercapai 60%, itu sudah top banget. Saya nggak bisa menjanjikan 100% tepat waktu," sambungnya buru-buru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti masalah imigrasi, security check, pengurusan bagasi, peralatan ground handling pesawat dan teknis lain sebagainya yang menjadi otoritas Saudi. Sebab bandara pasti sibuk sekali sebab banyak pesawat yang datang dan pergi bersamaan," jelas Hadi.
Untuk memangkas waktu, Garuda Indonesia melakukan berbagai terobosan. Di antaranya adalah mendatangkan dua ratusan orang petugas ground service beserta penterjemah bahasa Arab langsung dari Indonesia. Mereka ini yang nantinya mengupayakan percepatan urusan ground handling pesawat dan jemaah haji.
"Seperti sweeping barang bawaan, itu sebetulnya buat mencegah bottle neck saat melewati security door dan boarding gara-gara kelebihan bagasi atau ada barang-barang tajam masuk kabin," urai pria yang menangani penerbangan haji sejak 1998.
Terobosan lain adalah menyewa West Terminal King Abdul Azis Jeddah sebagai dedicated terminal bagi armada Garuda Indonesia. Maka pelayanan darat bagi jemaah haji Indonesia tidak bercampur dengan maskapai penerbangan dari negara-negara lainnya di East Terminal.
"West Terminal memang tidak sekeren East Terminal, sewanya sebagai dedicated terminal juga tinggi, SR 30 per orang. Tapi nggak apa-apa, sebab yang kita kejar ini waktunya agar tidak terlalu panjang. Sebab bila ada keterlambatan, selain kita didenda juga ada efek domino yang cost-nya lebih tinggi," jelas Hadi.
Tahap pemulangan penerbangan pulang jemaah haji dari Jeddah dan Mekkah akan berlangsung mulai 31 Oktober hingga 1 Desember 2012. Keluarga yang ingin menjemput, bisa memantau jadwal penerbangan kloter bersangkutan melalui situs www.haji-ga.com.
"Jadwalnya real time, termasuk bila ada keterlambatan. Setelah pesawatnya take-off, jadwal kedatangannya di embarkasi tujuan langsung kita update," jelas Hadi.
(lh/rmd)











































