"Kami optimis, dan perlu diingat bahwa survei itu merupakan gambaran hari ini. Sementara pemilu masih 2,5 tahun lagi," kata Wasekjen Golkar Lalu Mara yang juga orang dekat Ical saat berbincang, Senin (22/10/2012).
Mara menjelaskan, nama-nama seperti JK, Mega, atau Prabowo merupakan alumni Pilpres 2009. Jadi wajar kalau elektabilitas mereka lebih tinggi dari Ical yang baru mau bertarung di 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang terpenting, tambah Mara, dari 4 nama kandidat yang sering disebut dalam survei, Ical menjadi capres yang palung tinggi pertumbuhannya.
"Jadi begini, kalau menurut UU, yang bisa mengusung Capres kan yang mendapat suara 20 persen, nah sesuai hasil survei, baru Partai Golkar yang bisa mengusung sendiri Capresnya," tutur Mara.
Survei tokoh-tokoh Golkar yang diadakan oleh Political Weather Station (PWS) yang diadakan 15 September - 15 Oktober 2012. Responden dijaring dengan metode multistage random sampling dari 33 provinsi di Indonesia dan didapatkan 1.070 responden. Metode pengumpulan data dengan wawancara tatap muka dengan panduan kuesioner. Margin of error adalah 3%.
Sumber dana survei ini, kata Marsedes, adalah dana independen PWS sendiri.
Berikut hasil survei PWS ketika responden ditanya apakah mengenal atau minimal pernah mendengar nama-nama tokoh Golkar berikut:
1. Jusuf Kalla (95,88%)
2. Aburizal Bakrie (90,09%)
3. Priyo Budi Santoso (80,37%)
4. Akbar Tandjung (80,18%)
5. Fadel Mohamad (50,37%)
6. Agung Laksono (16,63%)
7. Hajriyanto Tohari (35,42%)
8. Sharif Cicip Sutardjo (31,96%)
(ndr/fjp)











































