"Pak Gubernur sudah jelas meminta dikaji lagi berapa biaya yang sesungguhnya, kenapa musti dimulai dari Lebak Bulus ke HI. Orang-orang di selatan yang Bintaro sudah lewat BSD naik kereta. Jadi penghuninya mana? Terus mesti bongkar Stadion Lebak Bulus," ujar Ahok.
Hal itu disampaikan dia sebelum menggelar rapat dengan PT Adhi Karya dan Dishub DKI Jalarta di Balai Agung, Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa tidak dihadirkan Stadion Persija termasuk kompleksnya. Lalu MRT mulai dari Kampung Bandan, kan relnya sempit itu. Itu pemikiran Pak Gubernur yang ingin dijawab, siapa tahu pemikiran kita salah. Kita kan nggak tahu teknisnya," tutur mantan anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Golkar ini.
Untuk itulah diperlukan kajian yang komprehensif terkait MRT. Dengan kajian yang memadai maka pembangunan MRT tidak akan seperti monorel yang sudah setengah jalan namun kemudian terhenti.
"Pembebasan lahan belum beres, pinjaman kita jalan terus, wah bonyok kita. Prinsip Pak Gubernur adalah kalau memulai sesuatu tidak boleh berhenti," sambung Ahok.
Seperti diberitakan detikfinance, total dana yang dibutuhkan untuk proyek MRT tahap I sebesar Rp 15 triliun. Dana pinjaman itu harus dikembalikan dengan bunga 0,2 persen dan 0,4 persen dengan jangka waktu pengembalian 30 tahun plus 10 tahun.
Jaringan MRT Jakarta ada dua, antara lain koridor satu Lebak Bulus hingga Kampung Bandan. Koridor dua dengan jalur Timur ke Barat, mulai dari Balaraja hingga Cikarang.
Proyek MRT tahap I antara lain Lebak Bulus-Bundaran HI diantaranya sebanyak tujuh stasiun berada di permukaan tanah yakni Lebakbulus, Fatmawati, Cipete Raya, H Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Sisanya, enam stasiun di bawah tanah atau subway terletak di Masjid Al-Azhar, Istora Senayan, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran HI.
(/nwk)










































