Rapat umum yang dihadiri sekitar 150 warga dari tiga kelurahan Jakarta digelar. Dalam rapat umum itu dibahas soal pungli yang membuat warga tidak nyaman. Di bawah Gubernur DKI Jakarta yang baru, mereka berharap pungli benar-benar hilang.
"(Dibahas) masalah tertib administrasi dalam segala pengurusan dan adanya pungutan liar. Pak Jokowi sendiri memprioritaskan penyederhanaan birokrasi. Rapat ini bermaksud akhiri pungutan liar yang terjadi di masyarakat," ujar relawan penggerak Jakarta Baru, Agung Putri, yang ikut dalam rapat tersebut.
Hal itu disampaikan dia di Gedung PKK Kelurahan Bale kambang, Jl Gardu, Balekambang, Jakarta Timur, Minggu (14/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keluhan warga akan kita sampaikan kepada Pak Jokowi. Kita akan menggelar rapat umum seperti ini di berbagai tempat. Sehabis di sini kita teruskan ke Manggarai, Cempaka Putih, dan Kebon Jeruk. Sedang kita konsolidasikan," sambung Agung Putri.
Dia berharap forum ini bisa bergulir di berbagai tempat. Mengingat komunikasi dengan DPR panjang dan birokratis, maka Jokowi diminta untuk sering turun langsung menemui warganya.
"Setelah acara rapat umum di berbagai tempat, kita akan menggelar deklarasi program 100 hari relawan penggerak Jakarta Baru. Jadi bukan Pak Jokowi yang 100 hari, tapi relawan yang 100 hari. Konsekuensinya milih Jokowi memang rakyatnya yang harus proaktif. Kita ingin bergerak mendata pengaduan masyarakat," paparnya.
Menurut dia, tim relawan telah membuat posko pengaduan di 15 kelurahan. Rencananya akan dideklarasikan beberapa hari setelah pelantikan gubernur-wagub DKI.
Selain itu yang didorong untuk dilakukan pemerintahan Jokowi di Jakarta adalah agar warga tidak lagi minim informasi tentang perda. Sehingga warga tahu mana yang pungli dan mana yang bukan. Informasi semacam itu sekarang ini belum banyak dipublikasikan untuk warga, misalnya dengan cara ditempel di kelurahan.
"Yang kami harapkan warga bisa lebih komunikatif dengan struktur setempat. Relawan-relawan menyebarkan dan menjelaskan perda yangt ada ke masyarakat. Kalau warga masih terkena ancaman oknum kelurahan, kecamatan atau RT RW maka relawan Jakarta Baru akan bantu," imbuh Agung Putri.
Adakah kerja sama dengan mantan timses Foke? "Banyak mantan timses Foke yang sudah membuka kerja sama. Mereka sadar bahwa ini sedang ada perubahan. Kebetulan akan ada pemilihan RT/RW se-Jakarta. Dengan dibarengi kegiatan relawan Jakarta Baru maka akan ada perubahan besar," tutur Agung Putri.
(/)










































