YLKI Tolak Kenaikan Tarif Air
Jumat, 10 Sep 2004 12:54 WIB
Jakarta - YLKI, AKAINDO (Asosiasi Kontraktor Air Indonesia) dan KOMPARTA (Komunitas Pelanggan Air Minum Jakarta) menolak penyesuaian tarif otomatis oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) secara berkala setiap enam bulan."PDAM seolah-olah ingin melemparkan wacana kepada publik bahwa persoalan yang melilit PDAM adalah rendahnya tarif air, dan ketidakmauan konsumen membayar harga sesuai biaya. Padahal itu merupakan pembodohan publik, sebenarnya itu terjadi karena mis manajemen."Demikian disampaikan Ketua YLKI Indah Sukmaningsih dalam jumpa pers yang digelar YLKI, AKAINDO dan KOMPARTA di kantor YLKI Jl. Pancoran Barat VII Jakarta Selatan, Jumat (10/9/2004). Sayangnya, rencana ini sudah disetujui DPRD DKI pada 23 Juli 2004 lalu. Dan telah ditetapkan oleh Menkimpraswil pada 4 Agustus 2004. Indah menilai, Pemprop DKI tidak mengakomodir warganya sendiria. "Pemda DKI hanya berpikir soal pendapatan asli daerah yang harus disetor oleh PDAM. Tidak memberi duungan kepada PDAM untuk memenuhi kewajiban dalam penyediaan air bersih," tegasnya.Sementara itu Ketua AKAINDO Poltak Situmorang menyatakan tidak ada alasan bagi Pemprop dan DPRD untuk menaikkan tarif air mulai 2005. "PDAM tidak pernah mengalami kerugian selama 6,5 tahun justru mendapatkan laba. jadi tidak ada alasan untuk menaikkan tarif," demikian Poltak.
(dit/)











































