Pengiriman TKI ke Brunei sudah dilaksanakan sejak tahun 2011. Jadi total TKI yang telah dikirim ada 285 orang.
"BNP2TKI dan Muhammadiyah terus melakukan kerja sama dalam penempatan TKI formal. Sebagai lembaga pendidikan yang sudah berpengalaman puluhan serta memiliki jaringan luas, Muhammadiyah dapat menjadi mitra terbaik dalam penyediaan TKI berkualitas," ujar Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat dalam sambutannya di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya 62, Jakata Pusat, Rabu (10/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mayoritas para TKI direkut dari kantong-kantong binaan Muhammadiyah dari daerah Magetan, Jawa Timur, Cilacap, dan Sukabumi," ujarnya.
Jumhur mencanangkan tahun 2012 sebagai penempatan TKI formal. Ia menambahkan prioritas penempatan ini diupayakan bekerjasama dengan sejumlah center of exellence (dunia perguruan tinggi) termasuk Muhammadiyah.
"Dan penempatan TKI formal ke luar negri didorong sejalan dengan upaya BNP2TKI untuk menekan laju penempatan TKI informal Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT)," ujarnya.
Jumhur mengharapkan melalui kerjasama penempatan TKI formal dengan Muhammadiyah diharapkan mempunyai suplai TKI terbaik yang dimiliki Muhammadiyah.
"Selain di luar sektor konstruksi, ada banyak permintaan TKI kesehatan, perminyakan dan gas, sedangkan retail bisnis lainnya, dari roadshow dan promosi yang kita lakukan didapati banyak permintaan TKI formal sektor semi skill dan skill berbagai bidang," papar dia.
Menurut dia, 62 TKI ini akan diberangkatkan ke Brunei pada Oktober 2012. Para TKI itu juga telah dibekali Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) yang dikeluarkan BP2TKI Jakarta.
"KTKLN merupakan identitas diri TKI dan berfungsi mekanisme instrumen TKI ketika bekerja di luar negeri," tandasnya.
Acara pelepasan TKI dihadiri Ketua PP Muhammadiyah Bambang Subidyo dan Jumhur Hidayat.
(edo/aan)











































