Mesin Potong Meledak, Pabrik Spring Bed Ludes Terbakar
Jumat, 10 Sep 2004 02:33 WIB
Semarang - Ledakan identik dengan musibah. Kali ini, akibat mesin potong meledak, pabrik spring bed bermerk IKUMI Semarang ludes terbakar. Aset bernilai ratusan juta rupiah pun hangus.Kebakaran itu terjadi pada pukul 22.30 WIB, Kamis (9/9/2004) pada CV IKUMI yang berlokasi di LIK (Lingkungan Industri Kecil) 2A No. 264B Semarang.Meski tidak terhitung besar, api baru padam 1,5 jam berikutnya. Empat unit mobil pemadam kebakaran berhasil mencegah api merambat ke bangunan lain.Penjaga malam CV IKUMI Setyo Handoko (30) dan Ponco Husodo (28) menceritakan, pada saat kejadian mereka berdua sedang beristirahat di dalam bangunan sambil mendengarkan radio. Pada pukul 22.30 WIB mereka mendengar ledakan di samping kiri bangunan.Setyo menduga ledakan itu berasal dari mesin potong. "Soalnya lokasi ledakan itu adalah tempat mesin potong. Kami berdua menegoknya ke sana. Eh, ternyata sudah ada api yang cukup besar," katanya kepada petugas kepolisian di lokasi kejadian.Api cepat merembet karena busa yang bertumpuk di dalam bangunan. Kedua penjaga itu pun panik. Mereka berusaha mencari air. Tak kunjung menemukan air, akhirnya mereka menyelamatkan sepeda motor masing-masing. Setelah itu, Setyo mengambil inisiatif menelepon pemilik pabrik."HP Siemens C25 saya dan dompet Ponco yang berisi 360 ribu rupiah yang ditaruh didalam tas ikut terbakar. Kami tak sempat menyelamatkan barang-barang selain sepeda motor," tutur Setyo.Setengah jam kemudian mobil pemadam kebakaran datang secara bergelombang. Dengan sigap petugas pemadam segera menyemprotkan air ke kobaran api. Setelah api bagian luar berhasil diatasi, petugas ganti memadamkan bagian dalamnya.Aksi petugas itu terlambat. Karena si jago merah ternyata sudah melalap seisi bangunan. Tak ada satu pun yang tersisa. Bagian atap terlihat runtuh. Jaringan listrik pun langsung padam seketika.Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Aparat kepolisian belum bisa memberi penjelasan penyebab kebakaran secara pasti. Mereka juga masih belum bisa memperkirakan total kerugian. "Pemiliknya masih shock," tukas seorang polisi.
(sss/)











































