Bentrokan itu terjadi di Desa Dolok Sagala, Kecamatan Dolok Masihul. Pemicunya, karena polisi menghadang truk yang dinaiki petani dan melarang petani memasuki areal perkebunan milik PT. Socfindo, Kebun Bangun Bandar.
Para petani yang tergabung dalam Panitia Reformasi Pengembalian Tanah Rakyat Desa Dolok Sagala, mengklaim lahan seluas 1990 hektar yang kini telah ditanami sawit dan karet oleh PT. Socfindo adalah milik petani secara turun-temurun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedatangan warga pada hari ini dimaksudkan untuk menduduki kembali lahan itu. Ternyata polisi sudah berjaga-jaga di lokasi. Aksi saling dorong terjadi.
Bentrokan mereda setelah pejabat Pemkab Serdang Bedagai datang ke lokasi bentrokan dan berjanji akan mempertemukan kedua belah pihak untuk mengatasi sengketa lahan ini.
(rul/trw)










































