"Ada sekitar 9 kasus perampasan barang milik jamaah," ungkap Kepala Daerah Kerja (kadaker) Madinah, Akhmad Jauhari di kantor Misi Haji Indonesia, Kamis (4/10/2012).
Β
Menurut dia, ada jamaah yang kehilangan uang living cost sebesar 1.500 Riyal atau sekitar Rp 3,75 juta. Namun sampai saat ini pelaku belum berhasil ditangkap oleh aparat keamanan yang bertugas di sekitar masjid.
"Kami menduga kuat pelakunya adalah orang Indonesia juga," katanya.
Jauhari mengatakan, pengamanan di sekitar masjid terutama tempat wudhu baik jamaah laki-laki dan perempuan sudah ditempatkan beberapa petugas pengamanan. Sebab aksi kejahatan sering terjadi di tempat tersebut.
Di tempat itu, aksi penipuan dengan modus berpura-pura membantu jamaah yang akan masuk ke dalam toilet. Pelaku akan mendekati jamaah yang akan ke masuk ke toilet. Pelaku akan mengatakan adanya larangan membawa buku doa masuk dalam toilet itu.
Pelaku kemudian menawarkan bantuan untuk menjaga tas dan barang bawaan jamaah selama masuk dalam toilet. Ketika jamaah mengambil air wudhu, pelaku langsung kabur dengan membawa tas milik jamaah.
"Meski di dekat tempat itu sudah ada petugas pengamanan, kami mengimbau agar jamaah tidak sembarangan menitipkan barang pada orang lain yang baru saja dikenal. Kalau ada teman satu rombongan bisa dititipkan kepada orang yang dikenal," katanya.
Modus lainnya lanjut Jauhari, pelaku berpura-pura menanyakan identitas diri jamaah. Karena merasa kenal, jamaah kemudian membuka tas ketika ditanyakan identitasnya. Modus ini sering terjadi saat jamaah berjalan seorang diri atau kebingungan mencari tempat pemondokan.
"Saat membuka tas, pelaku dengan cepat mengambil amplop atau uang yang ada dalam tas. Karena itu jangan ditanggapi bila ada orang yang menanyakan identitas diri. Jangan sekali-kali tas diserahkan kepada orang tidak kita kenal," katanya.
Jauhari juga mengingatkan agar para jamaah calon haji terus membangun kekompakan dan kesetiakawanan, terutama saat menjaga jamaah lansia. Hal ini menjadi penting karena sekitar 60 persen calon haji tahun ini adalah jamaah lanjut usia.
"Jangan sampai ditinggal. Sebaiknya ada jamaah lain yang bergantian mendampingi jamaah lansia ini. Apalagi jika jamaah ini tidak ada pendampingnya," pungkas Jauhari.
(bgk/trw)











































