Panik, Penumpang KRL Anjlok Nangis dan Berpelukan

Panik, Penumpang KRL Anjlok Nangis dan Berpelukan

Rachmadin Ismail - detikNews
Kamis, 04 Okt 2012 10:49 WIB
Panik, Penumpang KRL Anjlok Nangis dan Berpelukan
Jakarta - Diah, seorang pemilik warung yang berjarak sekitar 20 meter dari peristiwa anjloknya KRL Commuter Line di Stasiun Cilebut, kaget melihat para penumpang yang berlarian histeris. Diah mengibaratkan kepanikan penumpang kereta tersebut bagaikan kepanikan saat terjadi bencana tsunami yang pernah disaksikannya di televisi.

"Saat kejadian, banyak penumpang yang mau naik kereta nunggu di peron. Terdengar suara keras, brak.. brak.. ciitt...(suara decitan rem KRL), penumpang berhamburan teriak-teriak minta tolong, persis tsunami," ujar Diah kepada detikcom di Stasiun Cilebut, Kamis (4/10/2012).

Diah melihat di antara penumpang yang berlarian itu ada seorang wanita hamil. Wanita hamil itu tampak pucat saat turun dari kereta untuk menyelamatkan diri.

"Mereka pada duduk-duduk di warung saya. Mereka sambil berangkulan, ada juga yang menangis. Untung nggak ada korban jiwa," tuturnya.

Menurut Diah, penumpang KRL saat itu sedang penuh sekali. Sebab, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.15 saat orang-orang berangkat kerja.

Sementara itu Aris, warga sekitar yang juga melihat kejadian menceritakan banyak para penumpang yang meloncat turun dari gerbong 3. Aris menduga anjloknya KRL tersebut akibat dari kunci rel yang hilang karena dicuri.

"Saya tanya itu penyebabnya rel patah, kunci rel hilang, saya lihat memang kuncinya ada yang hilang. Rel yang anjlok itu bekas sambungan yang dilas, seharusnya jangan dilas, tapi diganti semua," paparnya.

Saat ini gerbong 3 yang anjlok masih diperbaiki. Sementara gerbong 1 dan 2 sudah ditarik ke Depok. Gerbong 4 hingga 8 ditarik ke Bogor. Penumpang yang hendak melanjutkan perjalanannya ke Jakarta memilih menggunakan kendaraan umum untuk naik dari stasiun berikutnya yakni stasiun Bojong Gede.

(ega/nrl)


Berita Terkait