Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute, Gun Gun Heryanto mengatakan pernyataan anggota dewan mengenai penolakan revisi UU hanya dramartugi belaka karena pembahasan revisi masih berlanjut di Badan Legislasi DPR.
"Mereka bermain peran di panggung depan yakni di media massa. Mereka seperti menolak, tetapi di panggung belakang (backstage) yakni di rapat-rapat DPR mereka terus membahasnya," kata Gun Gun saat dihubungi, Kamis (4/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gun Gun menduga penolakan revisi yang diumbar anggota dewan dimaksudkan untuk meraup simpati publik. Tapi strategi meraih pencitraan ini akan gagal bila anggota parpol di Senayan tidak menunjukan bukti nyata.
"Jika tak ingin dikatakan pencitraan, ya selaraskan apa yang diucapkan dengan apa yang mereka lakukan di DPR. Jika mereka terus membahasnya dan abai atas resistensi publik, maka jelas-jelas mereka akan kembali berhadapan dngan gelombang opini publik yang sedari awal menentang upaya-upaya pelemahan KPK," ujar Gun Gun.
Revisi UU KPK kini tengah digodok Panja Harmonisasi RUU di Baleg DPR. Pasca kritik publik, kini Baleg menyiapkan dua opsi yang diatur dalam peraturan tata tertib DPR. Pertama, Baleg dimungkinkan meminta Komisi III menarik draf revisi. Kedua, Baleg dan Komisi III melakukan perombakan draf revisi secara bersama-sama.
(fdn/rmd)










































