Pasca Tragedi Rusia, Australia & Israel Tawarkan Bantuan
Senin, 06 Sep 2004 12:39 WIB
Jakarta - Sejumlah negara menawarkan bantuan kepada pemerintah Rusia menyusul pertumpahan darah di Beslan, Rusia selatan. Kepolisian Australia menawarkan bantuan kepada Rusia untuk menangani pasca tragedi penyanderaan yang menewaskan lebih dari 300 orang. Kepolisian Federal Australia atau AFP akan berada di Rusia pekan ini untuk membantu penanganan musibah. Demikian disampaikan Komisioner AFP, Mick Keelty seperti dilansir Sydney Morning Herald, Senin (6/9/2004). Jasa para personel AFP yang memiliki kemahiran dalam identifikasi korban dan konseling pasca serangan bom Bali tahun 2002, telah secara resmi ditawarkan ke pemerintah Rusia oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Alexander Downer."Saya bicara dengan pemerintah kemarin dan kami menawarkan bantuan dalam identifikasi korban tragedi seperti halnya jaringan penghubung keluarga, yang terbukti menjadi tulang punggung sebenarnya dari pekerjaan yang kami lakukan setelah pengeboman Balil," tutur Keelty kepada wartawan di Brisbane, Australia."Itu merupakan area keahlian yang kami kembangkan dengan baik sekarang dan mengingat sifat tragedi di Beslan, jelas bahwa akan ada kebutuhan jangkap panjang untuk kemampuan konseling dan membantu keluarga mengatasi salah satu tragedi terbesar dunia ini," imbuhnya.Drama penyanderaan yang berlangsung beberapa hari lalu berujung dengan pertempuran ganas antara pasukan Rusia dengan militan penyandera, yang diyakini sebagai gerilyawan Chechnya. Selain korban tewas, ratusan orang lainnya termasuk anak-anak, guru dan orangtua hingga saat ini masih dilaporkan hilang. Puluhan lainnya dirawat di rumah sakit.
(ita/)











































