Detikcom mengabadikan langsung letusan gunung itu dari pesawat Ternate - Makassar, Minggu (16/9/2012), sekitar pukul 14.30 WIT.
Saat itu, cuaca cukup terik. Terdengar gemuruh beberapa kali. Kemudian dari puncak gunung Gamalama menyembur asap hitam pekat. Asap itu terbawa angin ke arah tenggara dan selatan, Kota Ternate.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penumpang yang satu penerbangan dengan detikcom tampak berusaha mengabadikan letusan itu. Ada yang menggunakan ponsel, iPad, atau kamera.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Gamalama, Darno Lamani, pada pukul 13.58 WIT terekam gempa tremor dengan ampitudo 2-38 mm. Kemudian pada pukul 14.15 terdengar gemuruh dan letusan sedang. "Tinggi letusan kurang lebih 1.000 meter," katanya.
Gunung Gamalama meletus pada pukul 13.22 WIT. Pada Sabtu (15/9) malam pukul 20.27 WIT, gunung ini juga meletus dan diikuti hujan abu di bagian timur dan selatan Kota Ternate. Karena adanya peningkatan aktivitas, hari ini status gunung ini ditingkatkan dari waspada (level II) menjadi siaga (level III).
(try/vta)











































