Usai Padamkan Api, Seorang Petugas PMK Samarinda Meninggal

Usai Padamkan Api, Seorang Petugas PMK Samarinda Meninggal

- detikNews
Kamis, 13 Sep 2012 14:01 WIB
Usai Padamkan Api, Seorang Petugas PMK Samarinda Meninggal
Ilustrasi alat T-Box Application to Reduce the Danger Impact of CO dan CO2 in Smoking Room ciptaan 2 siswa SMA 3 Semarang (angling ap/detikcom)
Samarinda - Abdul Gafar, petugas Pemadam Kebakaran (PMK) Rajawali Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (13/9/2012) meninggal usai memadamkan kobaran api yang menghanguskan 5 rumah di Samarinda, pagi tadi. Korban diduga terkena serangan jantung.

"Ya benar. Satu petugas pemadam meninggal dari kejadian kebakaran tadi pagi," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Dadang Airlangga, ketika dihubungi detikcom, Kamis (13/9/2012) siang WITA.

Keterangan diperoleh, api berkobar di permukiman penduduk Jl Merdeka IV RT 94 Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Samarinda Ilir, sekitar pukul 10.00 WITA. Belasan unit mobil pemadam dari berbagai instansi, dikerahkan untuk memadamkan api. Kurang dari 1 jam kemudian, kobaran api berhasil dipadamkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah api kita kuasai, beberapa saat kemudian beliau (Abdul Gafar) kejang-kejang dan ambruk di sekitar lokasi. Wajah beliau kelihatan pucat," kata Korwil Posko Samarinda Utara dari BPBD Kota Samarinda, Rihadi, ketika dikonfirmasi terpisah.

Melihat kondisi korban, rekan-rekannya langsung bergegas membawanya ke Rumah Sakit Islam, yang berada tidak begitu jauh dari lokasi kebakaran.

"Setelah sampai di rumah sakit, tidak sampai 15 menit kemudian, beliau meninggal. Yang jelas, saat kita bawa ke rumah sakit, beliau masih bernafas," ujar Rihadi.

"Saat ini, almarhum dibawa ke kediamannya di Jl Merdeka III, bersebelahan dengan Merdeka IV," tambahnya.

Belum diketahui jelas penyebab meninggalnya korban usai menjalankan tugasnya memadamkan kobaran api. Namun diduga kuat, korban mengalami serangan jantung.

"Beliau tadi di lokasi sebelum kita bawa ke rumah sakit, seperti terkena serangan jantung. Sesak nafas, kejang-kejang dan pucat dan beliau terjatuh sendiri di lokasi," terang Rihadi menegaskan.

Peristiwa kebakaran itu menghanguskan 5 rumah warga yang dihuni 19 jiwa. Kesigapan petugas pemadam dibantu warga berhasil mencegah kebakaran tidak meluas.

(try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads