Astuti menceritakan peristiwa itu terjadi setelah dirinya menyetorkan uang ke sebuah bank di kawasan Sektor 2 Bintaro, Jakarta Selatan, pada Selasa 11 September 2012 siang.
"Setelah keluar dari bank, saya ditepuk oleh seorang lelaki yang mengaku bernama Abdul Azis warga negara Brunei Darussalam," kata Astuti di Polda Metro Jaya, Rabu (12/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa menit kemudian, datang seorang wanita mengaku bernama Novi. Umurnya sekitar 50 tahun. Di mukanya ada bekas luka hitam," kata Astuti.
Astuti langsung dipaksa Novi untuk masuk ke dalam mobil dan diajak berputar-putar. Di dalam mobil itu, ada seorang sopir dan 2 orang laki-laki.
"Pelakunya ada empat orang. Satu orang yang mengaku dari Brunei yang menepuk pundak saya, wanita bernama Novi, dan dua pria di dalam mobil. Saya tidak ingat jenis mobilnya dan nopol mobil, seingat saya mobilnya warna hitam," ujarnya.
Menurut dia, para pelaku menanyakan seputar jumlah deposito, tabungan dan kartu kredit miliknya. Astuti tanpa sadar menjawab dan memberitahukannya.
Setelah itu, Astuti digiring para pelaku untuk menunjukkan rumahnya di kawasan Jl Cempaka Bintaro untuk mengambil kartu kredit dan perhiasan yang dimilikinya.
Astuti lalu dibawa ke ITC BSD. Di sana, para pelaku membeli tujuh buah BlackBerry senilai Rp 38 juta yang dibeli menggunakan empat kartu kredit milik Astuti.Astuti selanjutnya diminta menarik uang di ATM.
"Rincian perhiasannya saya lupa. Tapi lebih dari Rp 20 juta karena di situ ada yang pakai diamond juga," katanya.
Puas menjarah, para pelaku akhirnya menurunkan Astuti di Giant Villa Melati Mas.
Tidak lama kemudian, Astuti tersadar dirinya dihipnotis. Astuti kemudian melapor ke Polda Metro Jaya pada Rabu (12/9/2012) siang dengan nomor laporan No: TBL/3105/IX/2012/PMJ/Ditreskrimum.
(mei/aan)










































