Demikian seperti diungkapkan Bupati Banyumas Mardjoko saat membahas prospek Bandara Wirasaba menjadi bandara nasional, Banyumas, Senin (10/9/2012). Menurut Mardjoko, upaya pihaknya mengkomersilkan Lanud Wirasaba menjadi bandara bertaraf nasional membutuhkan biaya hingga Rp 30 miliar, karena biaya infrastruktur pengembangannya membutuhkan waktu dan proses yang tidak sedikit.
"Nanti yang Rp 20 miliar, kita akan mengajukan kepada Gubernur Jateng. Sementara sisanya Rp 10 miliar, rencananya akan ditanggungkan kepada 5 kabupaten sekitar, yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen dan Wonosobo," kata Mardjoko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mewujudkan program tersebut, nantinya akan dilakukan penerbangan perintis. Karena Susi Air dan Lanud Wirasaba saat ini sudah siap beroperasi.
"Nanti selama 3 bulan pertama, tiket dapat dibeli Pemkab setempat untuk memperlancar penerbangan," terang Mardjoko.
Dia menambahkan, mengenai perizinan sesuai prosedur akan dilakukan dengan cara bertahap, dimana 5 kabupaten bersama-sama mengurus ke Gubernur. Sementara masing-masing Dishub di Kabupaten, akan memproses ke Dikrektorat Perhubungan Udara.
"Nanti secara bertahap kita lakukan," jelasnya.
Sementara menurut Kepala Bappeda Banyumas, Djoko Wikanto, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Panglima Komando Operasi TNI-AU I Marsekal Muda Bagus Puruhito pekan kemarin. Sekaligus menindaklanjuti perintah Gubernur Jateng Bibit Waluyo agar kepala daerah segera melakukan persiapan dan kordinasi intensif.
"Yang punya bandara sudah memberi izin lampu hijau istilahnya, jadi sebenarnya sudah tidak ada persoalan," ungkapnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, langkah yang telah ditempuh untuk mewujudkan Lanud Wirasaba sebagai bandara komersial sudah dirintis sejak 2006 dengan melakukan studi kelayakan terhadap pengembangan Lanud Wirasaba. Selanjutnya, pada 2007 dilakukan penyusunan rencana induk pengembangan (RIP) 'master plan' Lanud Wirasaba dan pada tahun itu pula Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) mengeluarkan izin pemanfaatan Lanud Wirasaba menjadi bandara komersial yang tertuang dalam surat KSAU tertanggal 30 April 2007.
Rencana pengembangan Lanud Wirasaba menjadi bandara komersial berlanjut pada 2008 dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang selanjutnya dituangkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan kemudian ditetapkan dalam Peraturan Daerah Purbalingga Nomor 5 Tahun 2011.
Rencana pengembangan Lanud Wirasaba menjadi bandara komersial pun telah dipaparkan di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan pada Juli 2011. Tekad Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk mewujudkan rencana pengembangan Lanud Wirasaba menjadi bandara komersial inipun semakin bulat setelah adanya pertemuan 12 bupati/wali kota dari wilayah Jateng bagian selatan dan barat di Purbalingga awal Februari silam yang dimotori Bupati Banyumas Mardjoko.
"Dalam pertemuan 12 kabupaten/kota wilayah Jateng bagian selatan dan barat, kita sudah sepakat untuk mengembangkan Lanud Wirasaba, guna menunjang perkembangan ekonomi dan pariwisata," kata Bupati Purbalingga Heru Sudjatmoko.
Menurut dia, pengembangan landasan pacu di Lanud Wirasaba masih sangat memungkinkan, jika dibanding perpanjangan landasan Bandara Tunggul Wulung Cilacap. Ia mengatakan, landasan pacu Wirasaba yang saat ini hanya sekitar 850 meter dapat dikembangkan menjadi 2.500 meter karena lahannya masih sangat memungkinkan.
Sementara Bupati Banyumas Mardjoko menyatakan kesiapannya untuk melakukan lobi dengan para pejabat di Jakarta guna mewujudkan Bandara Wirasaba di Purbalingga.
Kesiapan tersebut dibuktikan dengan kedatangan Bupati Banyumas Mardjoko, Bupati Purbalingga Heru Sudjatmoko, Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo, Bupati Kebumen Buyar Winarso, dan Bupati Wonosobo Kholiq Arif di Markas Besar TNI Angkatan Udara, Cilangkap, Jakarta, guna menemui KSAU Marsekal TNI Imam Sufaat dan Panglima Komando Operasi TNI-AU I Marsekal Muda Bagus Puruhito pada 5 September silam untuk membahas rencana pengembangan Lanud Wirasaba.
Pertemuan tersebut selanjutnya ditindaklanjuti dengan kunjungan Pangkoops TNI-AU I Marsda Bagus Puruhito di Lanud Wirasaba, Purbalingga, pada 6 September 2012.
(nvc/nvc)











































