Rumah-rumah semi permanen di RT 1 dan RT 6 RW 2 Kelurahan Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, terbakar pada Minggu (9/9) sekitar pukul 20.30 WIB. Kebanyakan rumah yang terbakar berada di RT 1.
Tenda pengungsian dibuat di tempat berjarak sekitar 10-15 meter dari lokasi kebakaran. Terdapat 6 tenda yang dibangun di halaman parkir bus PO Sinar Jaya. Tenda-tenda itu dari TNI, OMI, Sudin Sosial Jakarta Selatan dan Kemensos. Bersiaga pula dua ambulans dari PMI dan Pemkot DKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kebakaran yang pertama kali. Kalau RT 1 habis semua (rumahnya). Kebanyakan itu lapak khusus barang-barang dan rumah kontrakan. Kira-kira ratusan dan kebanyakan pendatang. Kebanyakan pedagang dan pemulung," ujar Nur Rohman (40), warga RT 6 yang rumahnya selamat dari jilatan api.
Menurut dia, di RT 6 terdapat sekitar 4 bangunan yang diamuk si jago merah. Salah satunya adalah bangunan yang digunakan untuk berdagang bakso malang.
Kebakaran yang diduga terjadi karena korsleting listrik ini mulanya terjadi di RT 1. Warga yang panik pun buru-buru meningalkan rumah sambil menyelamatkan barang yang masih bisa diselamatkan.
"Alhamdulillah kalau saya nggak apa-apa. Saya nggak mikir barang, tapi bagaimana mencegah api nggak membakar di rumah RT 6. Jadi bangunan bakso malang itu dirubuhkan oleh warga agar tidak merembet," terang Nur Rohman.
Dia mengapresiasi petugas pemadam kebakaran yang cukup sigap, sehingga bisa memadamkan api pada pukul 04.00 WIB. Selain itu petugas juga mampu mencegah api merembet ke bangunan lain.
Saat ini jalan utama menuju lokasi kebakaran dipasangi garis plisi. Sementara itu masih terlihat kepulan asap di lokasi kekabaran. Beberapa warga mengorek-ngorek puing-puing dan sampah di lokasi untuk mencegah titik api di dalamnya berkobar lagi.
Sementara itu beberapa pria dengan tatapan kosong berdiri di pinggir lokasi kebakaran.
(/nrl)










































