Karir Politik Akbar-Hamzah Tamat Jika Mega Kalah
Rabu, 01 Sep 2004 17:44 WIB
Jakarta - Bagi Akbar Tandjung dan Hamzah Haz, pilpres putaran kedua ibarat hidup dan mati. Karir dua tokoh politik ini tamat jika Capres Megawati gagal duduk di kursi kepresidenan.Demikian disampaikan pendiri Lembaga Survei Indonesia (LSI) Saiful Mudjani usai jumpa pers Analisis Temuan LSI di Hotel Sari Pan Pasific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (1/9/2004)."Di Golkar dan PPP, ada konflik internal dan nasib Akbar Tandjung maupun Hamzah Haz sangat tergantung hasil pemilu nanti. Bila SBY sukses maka pendukung Koalisi Kebangsaan akan terpuruk. Bila itu terjadi, ini akan menjadi akhir karir politik Akbar Tandjung dan Faksi Golkar yang mendukung SBY semakin kuat di Golkar," ungkap Saiful.Namun sebaliknya, kata dia, Akbar semakin kuat di Golkar dan peluang memimpin Golkar semakin terbuka jika Megawati menang. "Peluang beliau untuk menjadi presiden 2009 terbuka pula," kata Saiful.Lanjut Saiful, hal serupa juga dialami Hamzah Haz. "Bila SBY menang maka faksi pendukung SBY kuat dan sebaliknya pendukung Koalisi Kebangsaan yang dipimpin Hamzah Haz lemah," imbuhnya."Dengan konsekuensi itu, pilpres mendatang akan banyak korban. Bukan hanya Mega-Hasyim yang menjadi korban bila Mega kalah, tetapi juga Akbar dan Hamzah. Bagi keduanya pemilu presiden pada 20 September adalah hidup dan mati," demikian Saiful Mudjani.
(aan/)











































