"Fakta di Copenhagen menunjukkan setiap alat kelengkapan DPR mendapat jatah untuk study tour yang dikemas dengan studi banding," tegas koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, Uchok Sky Khadafi, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (7/9/2012).
Pandangan senada disampaikan oleh mantan anggota Komisi I DPR dari Golkar, Yuddy Chrisnandi. Menurut Yuddy, tak seharusnya anggota DPR menunjukkan gaya hidup hedon di luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuddy mendorong agar moratorium (penghentian sementara) kunjungan kerja DPR ke Luar Negeri harus segera dilaksanakan. Bagaimana pun DPR harus mendengarkan kritik masyarakat luas.
"Jadi kalau kita bicara fakta kemarin semakin menambah urgensi morarotium. Jadi Ketua Fraksi dan Pimpinan DPR jangan berlagak tuli, perhatikan betul kritik dan saran serta keinginan masyarakat yang mempertanyakan kunjungan kerja ke LN. Tidak usah beralibi macam-macam," desak Yuddy.
"Dengan moratorium semua perencanaan dan jadwal kunjungan ke luar negeri bisa dibatalkan semua. Semua harus dievaluasi," tegasnya.
Rombongan Baleg DPR ke Denmark memilih menyusuri sungai di Copenhagen dengan perahu wisata sebagai wisata di tengah kunker. Sejumlah foto menggambarkan mereka sedang menikmati keindahan Copenhagen dari atas perahu wisata sembari asyik bercanda. Rombongan Baleg ke Jerman untuk membahas RUU PMI, utamanya mengenai lambang PMI.
(van/mok)










































