Polling SSS: Pilpres Putaran II Ketat, SBY Menang Tipis

Polling SSS: Pilpres Putaran II Ketat, SBY Menang Tipis

- detikNews
Rabu, 01 Sep 2004 13:12 WIB
Jakarta - Siapa pemenang pemilu presiden putaran kedua? Menurut hasil jajak pendapat Soegeng Sarjadi Syndicates, pemilu presiden bakal berlangsung ketat dan selisihnya tipis, yakni enam persen. SBY-Kalla diprediksi memenangkan putaran kedua dengan meraih 41,3 persen suara. Sementara pasangan Megawati--Hasyim Muzadi mendapat 34,68 persen suara. Sebanyak 24,02 persen tidak memilih.Hasil jajak pendapat ini disampaikan Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicates (SSS) Sukardi Rinakit dalam jumpa pers di Hotel Regent, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (1/9/2004). Hadir sebagai pembahas Fahmi Idris, Didik J. Rachbini, dan Kusnanto Anggoro.Dijelaskan, jajak pendapat menggunakan metode random sampling dengan jumlah responden 5.000 orang dari 21 kota dan 19 kabupaten di 17 provinsi. Jajak pendapat dilakukan melalui wawancara tatap muka.Selisih suara SBY-Kalla dan Mega-Hasyim ini tak jauh berbeda dengan perolehan SBY dan Mega pada putaran pertama, yakni 33,58 persen dan 26,29 persen atau hanya selisih tujuh (7) persen. "Pertarungan pemilu presiden putaran kedua akan berlangsung sengit sehingga real pemenang sulit diprediksi," kata Sukardi Rinakit.Pemilih Amien GolputDari hasil jajak pendapat ini juga disimpulkan bahwa 60 persen pemilih Amien Rais akan golput. Sementara massa PKS, yang sudah mendeklarasikan dukungan pada SBY, akan cenderung memilih SBY.Golkar, yang tadinya mendukung Wiranto-Wahid, massanya akan cenderung memilih SBY daripada Mega. Demikian juga PKB, yang tadinya cenderung memilih Wiranto-Wahid, juga akan cenderung memilih SBY. Sementara massa Partai Demokrat tetap setia pada SBY.Massa PDIP? Akan tetap setiap dengan Mega. Suara Mega juga akan datang dari sebagian konstituen Golkar. Namun hal ini tergantung bagaimana mesin politik Golkar bekerja untuk memenangkan Mega.Tapi, kalau semua massa partai kecuali PDIP cenderung memilih SBY, kok selisihnya tipis? Sukardi kemudian menunjuk pengalaman pemilu presiden putaran pertama dimana SBY diprediksikan memperoleh suara hingga 40 persen lebih tapi nyatanya hanya mendapat 33,58 persen, dan Mega yang diprediksi meraih sekitar 20 persen ternyata mendapat sampai 26,29 persen.Sementara Fahmi Idris menyatakan pemilih Golkar memang cenderung ke SBY, tapi mesin politik Golkar sedang bekerja keras untuk memenangkan Mega. Golkar sedang menjalankan mesin politik hingga ke bawah, ke daerah. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads