Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya, Siti (25). Penemuan korban berawal dari kecurigaan Siti yang hingga pukul 09.00 WIB, korban belum juga beranjak keluar dari kamarnya. Padahal, biasanya ia selalu bangun pagi-pagi. Curiga yang berlebih tersebut semakin kuat ketika Siti mengetuk pintu kamar korban dan tidak mendapati jawaban.
"Saya ketuk pintunya, tidak ada jawaban," aku Siti saat diperiksa di Polsek Jumo, Rabu (5/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu tiba, petugas kepolisian langsung melakukan olah TKP. Dari hasil olah TKP, diketahui pintu kamar dalam keadaan terkunci saat ditemukan. Tidak ada tanda-tanda perusakan terhadap kunci kamar, demikian juga dengan seluruh pintu dan jendela rumah yang tidak ada bekas congkelan atau perusakan paksa.
"Melihat dari tanda-tanda yang ada. Ada dugaan korban dibunuh oleh orang-orang terdekat karena tidak ada tanda-tanda orang masuk dari luar," kata Kapolres Temanggung AKBP Susilo Wardono melalui Kasatreskrim AKP Agung Setyo Budi Utomo.
Untuk memastikannya, petugas Polres Temanggung dibantu Polda Jateng melakukan autopsi dan visum et repertum di RSUD Djojonegoro Temanggung.
Sementara itu, dari hasil autopsi sementara, ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Pada bagian leher, ditemukan bekas cekikan dan pada bagian kepala ditemukan luka sepanjang 6 sentimeter dengan lebar 3 sentimeter. "Kami belum bisa memastikan luka tersebut disebabkan karena benda tumpul ataupun benda tajam," tambah Agung.
Sejauh ini, polisi telah memeriksa 4 orang saksi. Salah seorang saksi yang diperiksa adalah suami korban, Musman (41). Penyidikan sendiri hingga pukul 18.00 WIB, masih berlangsung.
(try/try)











































