MUI Minta Kapolri Benahi dan Tertibkan Satgas Bom
Selasa, 31 Agu 2004 15:41 WIB
Jakarta - Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin meminta Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar melakukan pembenahan dan penertiban di kepolisian. Ini terkait informasi adanya lembaga misterius dan superbody di Polri bernama Satgas Bom.Pernyataan ini disampaikan Din Syamsuddin seusai menerima laporan dariKepala Pusat Data Majelis Mujahidin Indonesia Fauzan Al Anshari di kantor MUI, Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (31/8/2004)."Meski kami belum bahas, common sense kami kaget dan terkejut dengan adanya lembaga misterius dan superbody di Polri yang telah melakukan penangkapan dan penahanan tanpa prosedur hampir sekitar 150 orang.Jika ini benar kami minta Kapolri melakukan pembenahan dan penertiban," katanya.Apalagi, menurut Din, ada wartawan Majalah Berita Gatra yang dikabarkan diteror akibat menulis tentang Detasemen Khusus 88. "Kalau ini benar kami sungguh menyesalkan. Karena bukan tidak mungkin nnati saya juga diteror," katanya.Keprihatinan ini, tegas Din, bukan hanya menyangkut orang muslim saja. Tapi ini juga menyangkut penegakan HAM dan kode etik profesi Polri. Karena itu MUI akan mempelajari temuan ini. Apalagi ada informasi di tubuh Polri sendiri ada kesan juga banyak yang tidak mengetahui aktivitas Satgas Bom. "Kalau memang tidak ada instruksi dari Kapolri mengenai penangkapan dan penahanan, jangan-jangan ini bagian dari konsensi internasional untuk memerangi terorisme dengan cara-cara teroris," tukas Din.Sementara Fauzan Al Anshari menyatakan hanya meneruskan pengaduan dari masyarakat. "Apalagi kami mendapat informasi bahwa Satgas Bom tidak ada dalam struktur Polri, dan anggotanya direkrut dari Mabes Polri, Polda, dan Densus 88," katanya.
(gtp/)











































