Ikuti Langkah Cina, Taiwan Batalkan Latihan Perang
Selasa, 31 Agu 2004 11:56 WIB
Jakarta - Meski telah direncanakan, Taiwan akhirnya membatalkan latihan perang tahunannya. Ini guna menunjukkan itikad baik atas langkah serupa yang dilakukan Cina. Demikian disampaikan Kementerian Pertahanan Taiwan.Cina diberitakan telah menarik sekitar 3 ribu tentaranya dari latihan militer di pulau Dongshan yang berhadapan dengan Taiwan. Ini menimbulkan spekulasi bahwa pemerintah Beijing telah membatalkan rencananya menggelar latihan militer berskala besar. Mengikuti langkah Cina tersebut, Presiden Taiwan Chen Shui-bian pun memerintahkan militer untuk membatalkan latihan perang tahunan Taiwan."Tidak perduli apakah Cina Komunis mengirimkan itikad baik, pihak kita harus menunjukkan niat baik," tukas Presiden Chen seperti dikutip surat kabar bersirkulasi besar, China Times dan dilansir Reuters, Selasa (31/8/2004).Presiden Chen bertemu dengan Menteri Pertahanan Taiwan, Lee Jye, Senin (30/8/2004) lalu dan mengatakan padanya untuk membatalkan Han Kuang, latihan perang yang semula dijadwalkan berlangsung pada 9 September. Demikian menurut koran China Times.Hingga saat ini Cina tetap mengklaim kedaulatan atas Taiwan dan mengancam akan menyerang pulau tersebut jika sampai mengumumkan kemerdekaan formal. Ketegangan hubungan keduanya meningkat sejak Chen kembali terpilih sebagai Presiden Taiwan untuk kedua kalinya. Ditambah lagi dengan berita-berita bahwa kedua pihak berencana menggelar latihan perang tahunan mereka.Menurut satu harian Hong Kong yang didukung Cina, Beijing telah memulai latihan gabungan kekuatan selama sepekan di Dongshan, bulan Juli lalu dengan sekitar 18 ribu prajurit yang ikut serta. Namun juru bicara Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan bahwa latihan berskala besar itu tidak pernah terjadi.Sementara juru bicara militer Cina mengaku dirinya tidak tahu apapun mengenai latihan militer di Dongshan atau apakah latihan itu telah dibatalkan seperti yang diberitakan media.
(ita/)











































