"Betul, antara lain di bawah bangunan itu saja. Tiang penyangga nggak ada masalah, lantai retak juga kita perbaiki, termasuk pemecah ombak yang tenggelam," kata Kepala Bidang Transportasi Laut dan Udara, Syamsudin, saat dikonfirmasi, Kamis (30/8/2012).
Syamsudin menjelaskan kerusakan yang terjadi di pelabuhan yang diresmikan pada awal 2012 tersebut disebabkan faktor alam. Konstruksi bangunan yang berdiri di atas lahan reklamasi tersebut masih dinilai kuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syamsudin mengharapkan perbaikan pelabuhan tersebut tidak memakan waktu lama dan dapat mencegah ancaman dari penyebab yang sama. Namun, Syamsudin mengaku tidak mengetahui jumlah dana perbaikan pelabuhan yang dibangun mulai tahun 2010 itu.
"Mungkin tidak sampai setahun, kita usahakan secepatnya. Dana masih jadi tanggung jawab pelaksana, saya juga kurang tahu jumlahnya," ucap Syamsudin.
Perbaikan pelabuhan itu sendiri akan dilaksanakan tanpa mengganggu operasional pelabuhan. Syamsudin juga berjanji akan melakukan pemeliharaan secara berkala tiap tahunnya.
"Tidak mengganggu, operasional tetap berjalan seperti biasa. Kita juga akan adakan pemeliharaan secara berkala tiap tahun," tutup Syamsudin.
Seperti diketahui, pelabuhan Muara Angke Baru mengalami ambles dan retak-retak di sejumlah titik komplek seluas 7.500 meter persegi tersebut. Di bangunan utama bisa ditemukan penurunan lantai bangunan dan retak-retak lantai, di dermaga juga ditemukan retak-retak sambungan beton. Batu-batuan pemecah ombak di pelabuhan ini sendiri tenggelam hingga permukaan air.
(vid/lh)











































