"Jadi DPR jangan nyari-nyari alasan, sudah dua bulan lebih saya selalu hubungi mereka, cuma mereka tidak punya perhatian terhadap perlindungan HAM," kritik Jimly.
Hal ini disampaikan Jimly kepada detikcom, Rabu (29/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya terserah bagaimana mereka mau menentukan arah negara ini. Kalau bagi saya ini sudah melanggar Undang-undang kalau besok masa kerja sudah habis dan belum ditetapkan," protesnya.
Dalam hal ini, menurut Jimly, DPR yang paling bertanggungjawab. Karena bagaimanapun hal ini kian mencoreng citra Indonesia di mata internasional.
"Ya DPR yang paling bertanggungjawab. Perhatian terhadap perlindungan HAM sangat rendah. Kasus sangat banyak ada Ahmadiyah, ada GKI Yasmin, ada Syoah. Dan Dewan HAM PBB menyoroti kita, dunia menyoroti kita, tiba-tiba Komnas HAM dibiarkan vakum. Ini sangat menarik untuk melengkapi data bahwa di mata dunia kita nggak peduli terhadap perlindungan HAM,"tegasnya.
(van/fjr)











































