"Saya tetap menaruh optimisme yang tinggi bahwa di tengah badai yang mengguncang Badan Anggaran DPR RI, telah menghasilkan cukup banyak perubahan. Semoga pembenahan demi pembenahan yang telah dilakukan selama ini dapat ditingkatkan demi mencapai sebuah proses pembahasan APBN yang lebih bermanfaat bagi rakyat," kata Mekeng dalam siaran persnya, Senin (27/8/2012).
Mekeng menyampaikan pengunduran dirinya yang disampaikan dalam surat resmi per tanggal 16 Agustus 2012, didasarkan beberapa pertimbangan. Antara lain menyangkut suara conflict of interest posisinya sebagai Wakil Bendahara Umum Golkar merangkap keanggotaan di Banggar.
"Dengan mengundurkan diri dari Posisi sebagai Ketua dan Anggota Badan Anggaran DPR RI, maka saya memiliki cukup banyak waktu untuk melakukan kunjungan dan karya nyata bersama rakyat di Daerah Pemilihan. Secara pribadi saya ingin berkonsentrasi untuk menyelesaikan study S2 saya yang sampai saat ini belum bisa diselesaikan," katanya.
Dia juga mengucapkan terimakasih kepada Partai Golkar yang sempat mempercayainya menjadi Ketua Banggar DPR menggantikan Harry Azhar Aziz. Dia juga meminta maaf kepada masyarakat jika kinerjanya dirasa belum optimal.
"Akhirnya saya harus dengan jujur meminta maaf kepada semua pihak atas segala kekurangan, ketidaksempurnaan serta segala tutur kata dan tindakan yang kurang berkenan di hati. Yakinlah semuanya itu semata-mata demi sebuah cita-cita besar Indonesia Raya," pungkasnya.
(van/ega)











































