Meski Diancam, Perancis Tidak akan Cabut Larangan Jilbab
Senin, 30 Agu 2004 15:00 WIB
Jakarta - Pemerintah Perancis menegaskan tidak akan mencabut aturan pelarangan pemakaian simbol-simbol agama, seperti kalung salib, topi Yahudi dan jilbab di sekolah-sekolah negeri. Demikian ditegaskan juru bicara pemerintah Perancis, hari Senin ini. "Hukum tersebut tetap akan diberlakukan," ujar Jean-Francois Cope pada stasiun televisi Canal Plus, seperti dilansir kantor berita Associated Press, Senin (30/8/2004). Penegasan ini disampaikan menanggapi tuntutan kelompok militan Irak yang menyandera dua wartawan Perancis. Ditandaskannya, Perancis tidak akan mengkompromikan nilai-nilai nasionalnya dalam upaya memastikan pembebasan dua wartawan Perancis tersebut.Menteri Luar Negeri (Menlu) Perancis Michel Barnier telah tiba di Kairo, Mesir, Senin dini hari waktu setempat untuk menggalang dukungan sekutu di Timur Tengah demi pembebasan kedua jurnalis itu. Kelompok Tentara Islam di Irak mengklaim menyandera Christian Chesnot dan Georges Malbrunot dan menuntut pemerintah Perancis untuk mencabut larangan jilbab tersebut.Chesnot dan Malbrunot telah menghilang di Irak sejak 20 Juli lalu. Namun berita mengenai kepastian nasib mereka baru muncul dalam tayangan stasiun Al-Jazeera, Sabtu (28/8/2004) lalu.
(ita/)











































