"Tidak ada kaitan kebakaran dengan Pilkada," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (23/8/2012).
Rikwanto membeberkan catatan kepolisian, sejak 20 Juli hingga 22 Agustus telah terjadi 66 kali kejadian kebakaran. 35 Kebakaran terjadi karena korsleting litrik, 3 karena kompor gas meledak, sedang 28 lagi masih diselidiki.
"Masih diperiksa saksi-saksi dan menunggu hasil Labfor Mabes Polri. Daerah paling banyak kerugian rumah di Jakarta Timur," jelasnya.
Rikwanto berharap tidak ada isu-isu yang justru membuat masyarakat resah. "Kalau untuk korsleting itu alamiah, tinggal kita cari penyebabnya, apa kabelnya jelek. Total kerugian masih kita kaji, kita masih meminta keterangan korban. Saat kejadian banyak warga yang sedang meninggalkan rumahnya," tuturnya.
(ndr/nrl)











































