Tedjowulan akan Dinobatkan Sebagai Paku Buwono XIII
Senin, 30 Agu 2004 02:12 WIB
Solo - Konflik yang terjadi di Kraton Surakarta semakin terbuka. Tiga lembaga utama di kraton, didukung para kerabat dan abdidalem salah seorang putra mendiang Paku Buwono (PB) XII, memilih Kol (Inf) KGPH Tedjowulan sebagai penganti ayahandanya. Kubu lainnya, tetap bersikukuh menobatkan KGPH Hangabehi sebagai penguasa Kraton Surakarta.Penobatan Tedjowulan akan dilangsungkan pada 31 Agustus 2004 mendatang di Kompleks Kraton Surakarta. Tedjowulan mengakui dirinya bisa menerima penunjukan itu setelah mengetahui KGPH Hangabehi, putra tertua PB XII, yang diwacanakan sebagai PB XIII ditolak banyak kalangan."Saya menerima penunjukan itu dengan tujuan agar persoalan suksesi tidak semakin memanas dan berlarut-larut, serta untuk melestarikan aset-aset kraton," ujar Tedjo kepada wartawan di salah satu rumah Mooryati Sudibyo di Solo, Minggu (29/8/2004) malam.Ia menambahkan, sejak awal semua putra PB XII termasuk dirinya harus siap mengabdikan diri bagi kraton. Namun sejak awal pula, ia memang ikut mewacanakan Hangabehi sebagai PB XIII dengan pertimbangan bahwa yang bersangkutan adalah putra tertua. Namun setelah ada penolakan dari para kebarat, abdidalem dan masyarakat, maka menurutnya harus diambil langkah untuk mengatasinya.Oleh karena itu, ketika tiga lembaga utama kraton yakni Pengageng Putra Sentana, Pengageng Parentah Kraton dan Pengageng Kaputren memutuskan untuk menetapkan raja pengganti selain Hangabehi dan dirinya yang akhirnya dipilih maka perwira TNI yang menjabat Asisten Personalia Kodam III/Siliwangi tersebut serta-merta menerimanya demi menyelamatkan kraton.Sementara itu, sekelompok putra-putri PB XII yang mendukung Hangabehi juga tetap bersikukuh akan menobatkan Hangabehi sebagai PB XIII pada 10 September mendatang. Bahkan menurut mereka, bukan tidak mungkin rencana penobatan Tedjo sebagai raja tidak bisa berlangsung di kompleks kraton. Alasannya, pada hari tersebut kraton sedang dibenahi."Sejak Senin besok kraton akan ada kerja bakti membenahi sejumlah bangunan kraton untuk rencana penobatan Mas Behi tanggal 10 September mendatang. Jadi tidak mungkin ada tempat di kompleks kraton untuk bisa dipakai sebagai sebuah acara," ujar menantu PB XII, Edy Wirabhumi, yang menjadi sekretaris panitia penobatan versi Hangabehi.Sudah Minta IzinAtas sikap pihak Hangabehi itu, Tedjo mempersilakan siapapun yang mempunyai sikap berbeda. Namun ia menyayangkan jika ada yang menghalang-halangi keinginan sebagian besar pendukung kraton untuk menobatkan raja pada 31 Agustus nanti.Bahkan ia juga menilai sangat bodoh jika ada yang nekat melawan dengan kekerasan, karena akan berhadapan dengan ribuan orang yang ingin menyelamatkan kraton.Lebih lanjut, Tedjo juga mengatakan dirinya telah meminta izin kepada Pangdam III/Siliwangi untuk rencana penobatannya itu. "Sebagai anggota saya sudah minta izin kepada panglima saya tentang rencana penobatan saya sebagai raja. Pangdam telah memberikan izin," kata Tedjowulan.
(ani/)











































