"Iya, kami mogok bersama-sama, gara-gara THR belum di bayar," kata Supir TransJ Abdul hakim kepada detikcom, Senin, (13/8/2012).
Menurut Abdul, selain masalah THR mereka juga mempermasalahkan adanya perbedaan gaji yang diterima oleh pramudi. Menurutnya, Gubernur DKI Fauzi Bowo pernah menjanjikan persamaan gaji untuk seluruh pramudi bus TransJ, akan tetapi hingga kini belum terealisasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abdul mengatakan, aksi mogok dimulai dari jam 4 subuh tadi. Aksi dilakukan dikantor pull bus TransJ di Pinang Ranti. Mereka menunggu pihak direksi untuk memperoleh kejelasan nasib.
"Pukul 06.00 lebih pihak direksi datang menjanjikan akan memberikan THR, lalu kami disuruh melakukan pelayanan lagi," ucap Asep.
Setelah bertemu dengan direksi, kondisi lalu linta Trans J koridor 1 dan 10 sudah berangsur normal, para pekerja sudah mulai bekerja kembali.
"Saat ini sudah mulai dilepaskan dari Pull Pinang Ranti," ujar supir yang bertugas di koridor 10 ini.
Abdul mengeluhkan janji Gubernur DKI yang hanya memberikan harapan palsu. Dirinya sangat berharap bisa mendapatkan hak-hak yang sudah dijanjikan. Selain itu selama 8 tahun Abdul dan rekan-rekan sudah bersabar menunggu janji -janji manis sang Gubernur.
"Kami sudah 8 tahun, sudah sabar-sabar kami menunggu, katanya Gubernur mau menyamakan gaji pramudi, tapi mana?" kata Abdul.
(slm/ahy)











































