ICW Bantah Sebagai Pengirim Leaflet SBY=Soeharto

ICW Bantah Sebagai Pengirim Leaflet SBY=Soeharto

- detikNews
Jumat, 27 Agu 2004 20:57 WIB
Yogyakarta - Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Luky Djani, membantah lembaganya sebagai pengirim 500 leaflet dan 150 lembar buletin National Democratic Istitute (NDI) kepada Majalah Mahkamah Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta."ICW tidak pernah mengirim paket berisi kampanye hitam tersebut ke FH UGM dan LSM. Saya datang ke panwaslu DIY karena ditugasi kantor ICW untuk klarifikasi mengenai masalah black propaganda tersebut."Demikian kata Luky kepada wartawan usai bertemu dengan Panwaslu DIY di Jl. Janti Yogyakarta, Jumat (27/8/2004). Lucky juga mengatakan bahwa ICW sudah mengetahui siapa atau aktor dibalik pengiriman leaflet tersebut.Menurut Luky, temuan leaflet berisi kampanye hitam yang mendiskriditkan SBY itu juga ditemukan pula di beberapa daerah lain seperti Padang, Solo, Klaten, Semarang, dan Banten. Hebatnya si pengirim paket itu juga sangat tahu seluk beluk jaringan LSM dan organisasi mahasiswa di Indonesia.Luky mengatakan sepintas kop surat ICW yang terdapat di bungkus paket memang sama. Hanya saja setelah di kaji dan diteliti lebih jauh diperoleh kesimpulan kop itu didapat si pengirim dengan cara mendowload dari Internet. Demikian juga dengan kop NDI yang didapat dari Internet,"Saya telah cek ke NDI dan hasilnya sama mereka (pengirim) mendapat dari Internet, NDI tidak pernah buat selebaran itu. Selain itu, tim peniliti yang terpampang di selebaran juga bukan tim NDI tapi dari LP3ES, Jadi si pengirim juga mencatut tim penelti LP3ES," katanya.Sedangkan nama FKAMI (Forum Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) kata Luky, juga belum pernah didengarnya. Adanya kemungkinan pengiriman meluas ke berbagai pelosok tanah Air, tetapi yang ditemukan baru di Jawa dan Sumatera. Sedangkan untuk di Kalimantan, Sulawesi Bali dan beberapa daerah lain belum ditemukan."Kita sudah tahu siapa dibalik pengiriman selebaran itu, nanti pada waktunya kita akan beberkan," demikian Luky Djani. (fab/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads