Pelantikan DPRD Kampar Diwarnai Demo Anti Jefri
Jumat, 27 Agu 2004 16:18 WIB
Bangkinang - Pelantikan 45 anggota DPRD Kampar terpilih masa bakti 2004-2009 diwarnai aksi unjuk rasa anti Jefri Noer. Kelompok mahasiswa itu menuntut kepada anggota terpilih untuk mampu menolak kembalinya Jefri Noer yang telah dinonatifkan itu.Sekitar 50 mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Solidaritas (Formasi) Kampar, Jumat (27/8/2004) menggelar aksi demo di halaman Gedung DPRD Kampar saat dilakukan pelantikan. Mereka menolak akan kembalinya Jefro Ner yang akan diaktifkan kembali oleh pemerintah pusat setelah selama 6 bulan dinonaktifkan.Layaknya demo, kelompok Formasi membentang sejumlah spanduk yang intinya anggota legislatif yang baru didesak berani menyuarakan aspirasi masyarakat Kampar. Aspirasi yang dimaksud harus berani mengusulkan kepada Presiden Megawati Soekarnoputri agar Jefri Noer tidak lagi kembali memimpin Serambi Mekahnya Riau itu."Kami menutut kepada anggota dewan yang baru dilantik ini untuk tetap komit mendengarkan aspirasi masyarakat. Aspirasi itu tentulah mereka harus berani menolak Jefri seperti yang dilakukan anggota dewan yang sebelumnya," kata Ketua Umum Formasi, Zulfahmi kepada wartawan di halaman gedung DPRD Kampar di Bangkinang ibukota Kabupaten Kampar, terpaut 60 km arah barat Pekanbaru.Menurut Zulfahmi, bila aspirasi itu tidak digubris anggota dewan yang baru dilantik itu, tidak tertutup kemungkinan gelombang demo semakin besar menyusul akan kembalinya Jefri Noer. Sebab dalam dua bulan terakhir ini elemen masyarakat di Kampar dengan tegas menolak kehadiran Jefri yang dianggap banyak bermasalah di Kampar."Bila anggota dewan yang baru ini tidak berani menolak Jefri Noer, kami yakin di Kampar ini akan terjadi gejolak yang lebih besar dari sekarang," kata Zulfahmi.Jangan KorupsiMereka juga menekankan agar DPRD Kampar untuk ke depan tidak melakukan praktek korupsi dengan memanipulasi dana APBD. Hal itu ditekankan sehubungan anggota dewan sebelumnya diduga telah melakukan korupsi kolektif dalam APBD sebesar Rp 1,125 miliar yang hingga kini masih ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati )Riau."Kami berharap, anggota dewan yang baru ini tidak lagi melakukan korupsi kolektif seperti sebelumnya," tandas Zulfahmi. Mahasiswa ini juga mendesak agar anggota dewan segera merealisasikan anggaran pendidikan 20 persen dalam APBD Kampar. Hal itu dimungkinkan karena sudah diatur dalam UUD 45.Pada hari pelantikan DPRD Kampar ini, sebelumnya sempat beredar isu bahwa kelompok massa pro Jefri akan menggelar aksi tandingan di tempat yang sama. Namun hinga berita ini dilaporkan kelompok massa pro Jefri Noer tidak nongol.Kendati di luar gedung terjadi gelombang unjuk rasa, namun di dalam gedung DPRD Kampar acara pelantikan anggota dewan itu berjalan lancar yang disaksikan pelaksana tugas Bupati Kampar Rusli Zainal.
(nrl/)











































