"Jangan sampai lebih cepat karir yang tidak bertugas di daerah berat tantangannya," ujar Presiden SBY usai rapat kabinet di Kantor Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (1/8/2012).
Presiden SBY sebelumnya juga menyatakan dukungannya kepada Kemenkes RI lakukan percepatan produksi lulusan baru dokter gigi. Pelaksanaannya berkoordinasi dengan Kemendikbud dan Pemda setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasar laporan Menkes Nafsiah Mboy, sejauh ini Indonesia masih kekurangan empat ribu orang dokter gigi. Selain itu juga masih membutuhkan ribuan orang lagi apoteker.
"Untuk percepatannya kita kerja sama dengan pemerintah daerah dan tenaga lain seperti asisten apoteker. Sudah ada timelinenya, di mana yang kurang, Pak Presiden perintahkan dipercepat agar kita mendapatkan tenaga kesehatan yang bermutu," papar Nafsiah.
"Kalau dokter umum sudah oke, cuma sebarannya belum baik," imbuhnya.
Di samping itu juga dilaporkan kekurangan tempat tidur rawat inap. Baik untuk pasien di RS kelas III dan puskesmas yang ada di seluruh Indonesia.
"Masih ada 100.000 tempat tidur yang kurang untuk kelas tiga," ungkap Nafsiah.
(lh/mok)










































