Azwar Hasan Dicekal Aussie, Deplu RI Belum Dapat Konfirmasi
Kamis, 26 Agu 2004 14:02 WIB
Jakarta - Sekjen Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam (KPPSI) Azwar Hasan dicekal Pemerintah Australia. Atas hal itu, pihak Deplu RI mengaku belum mendapat konfirmasinya.Azwar dikenal sebagai tokoh penegak Syariat Islam secara damai di Makassar. Namanya mencuat saat terjadi pengeboman di restoran waralaba McDonald's Mall Ratu Indah, Makassar pada awal Desember 2002.Menurut Jubir Deplu Marty Natalegawa, Azwar dicekal oleh Pemerintah Australia saat hendak mengikuti acara seminar di Australia. Namun Pemerintah Indonesia belum mendapat konfirmasi dari Pemerintah Australia."Sebenarnya memang pemerintah Australia tidak memiliki kewajiban untuk memberikan keterangan terkait hal tersebut. Alasan pencekalan belum diketahui sampai saat ini. Kita tidak tahu kenapa visanya ditolak. Penolakan visa merupakan kebijakan setiap negara."Demikian jelas Marty menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Deplu jalan Pejambon Jakarta Pusat, Kamis (26/8/2004). Menlu Hassan Wirayudha yang diajukan pertanyaan serupa mengaku tidak tahu peristiwa tersebut secara persis.Apakah pencekalan Azwar terkait kasus terorisme? "Belum tentu seperti itu. Kemungkinan apapun ada. Tapi kita mengharapkan negara-negara Barat, termasuk Australia untuk memahami Islam. Jadi jangan karena menganggap Islam teroris, lantas mencekal semua orang Islam masuk Australia," katanya."Kita tidak diberitahukan Australia tentang alasan pencekalan tersebut. Dan memang pemerintah Australia tidak mempunyai kewajiban untuk menerangkan perihal pencekalan tersebut kepada kita," tutur Marty.
(sss/)











































