Dari informasi yang didapatkan dari kepolisian di Polres OKI, Kamis (26/07/2012), perampokan itu terjadi pada Rabu (25/07/2012) sekitar pukul 04.00 di kediaman Imam bin Sainuri.
Para perampok berjumlah empat orang, di antaranya Edy, Sution, dan Heru. Mereka bersenjata api saat merampok dengan cara mendobrak dan masuk ke rumah Imam.
Mereka kemudian menembak Imam dengan senjata api sebanyak lima kali. Imam pun, yang merupakan petani karet, langsung terkapar. Imam terluka pada dada kiri atas dan bawah, dada kanan atas dan bawah, serta kaki
Imam. Setelah menguras harta Imam, para perampok kemudian mengikatnya.
Setelah para perampok kabur, satu jam kemudian baru tetangganya mengetahui peristiwa tersebut. Mereka pun membawa Imam yang terluka ke rumah sakit di Palembang.
Namun, belum sampai 24 jam, kepolisian OKI mampu meringkus tiga dari empat perampok sadis tersebut. Satu tewas, dan duanya terluka.
“Tiga tersangka berhasil dibekuk, yakni Edy Aryanto, residivis kasus pencurian dengan kekerasan. Saat mau ditangkao Edy melakukan perlawanan dengan menembaki polisi dengan pistol jenis FN, sehingga polisi menembaknya di bagian dada, dan dia tewas di TKP. Kemudian Sution alias Tion alias Fery, tersangka dihadiahi timah panas di bagian kaki kirinya, serta tersangka Heru Kurniawan alias Kucil,” kata Kasat Reskrim AKP Surachman kepada wartawan di Kayuagung, Kamis (26/07/2012).
(tw/mad)











































