"39 Komputer di kantor KLB masih diperiksa tim ahli digital forensik dari unit cyber. Pentingnya pemeriksaan itu untuk mengetahui berapa nasabah yang terdatakan di file komputer. Kedua, berapa sebenarnya trasaksi keuangan yang diterima dan ditentukan," kata Karo Penmas Polri, Kombes Boy Rafli Amar, di Jakarta, Kamis (26/7/2012).
Selain itu, Boy mengatakan pihaknya juga menggandeng akuntan publik untuk mengetahui jumlah transaksi yang ada di KLB dalam kurun waktu setahun ke belakang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boy mengimbau kepada nasabah yang merasa dirugikan karena investasi KLB untuk membuat forum yang kemudian diwakilkan disampaikan kepada penyidik Direktorat Ekonomi Khusus.
(ahy/aan)










































