KPK berhasil menyita laptop dan komputer di ruang sekretariat Banggar DPR terkait kasus dugaan suap DPID. Dalam salah satu dokumen yang disita itu ternyata ada kode 'pr' dan 'zj'. Apa arti kode ini?
Dalam inventaris mengenai rencana pembagian DPID untuk daerah tahun anggaran 2011, tertera daftar 524 daerah calon penerima. Informasi yang berhasil dikumpulkan, Selasa (25/7/2012) pihak yang mengetik dokumen itu adalah staf sekretariat Banggar, Khaerudin. Ia diperintahkan oleh Kasubag Rapat Sekretariat Banggar, Nando, yang mengaku mendapat amanat dari 4 Pimpinan Banggar.
Dalam list tersebut, setiap daerah sudah diberi kode-kode dan warna tertentu. Nah yang menarik, di bagian kanan daftar nama daerah, terdapat juga sejumlah kode-kode lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam dokumen pemeriksaan yang didapatkan detikcom, penyidik KPK sempat menanyakan hal ini kepada Nando. Namun dia tidak mengetahui maksud arti kode itu.
"Beberapa kode saya tidak mengetahui apa maksudnya, yaitu kode 'pr' dan 'zj'," terang Nando saat itu.
Informasi yang dikumpulkan, pemuatan kode-kode itu sendiri bukannya tanpa maksud. Kode itu dibuat untuk memudahkan Pimpinan Banggar mengetahui alokasi DPID tersebut milik partai apa.
Wakil Ketua Banggar Tamsil Linrung sendiri tidak memungkiri bisa saja ada kode pimpinan Banggar dan pimpinan DPR di berkas usulan DPID. Ia berpendapat hal itu bukan masalah penting.
"Ya lalu kenapa kalau ada kode pimpinan, apa salahnya kalau itu benar. Apa persoalan kode itu yang menjadikan dia terdakwa?" kata Tamsil, Kamis (28/6) lalu. (mok/mok)










































