BNP2TKI Operasionalkan Pos Penempatan dan Perlindungan TKI di Asahan

BNP2TKI Operasionalkan Pos Penempatan dan Perlindungan TKI di Asahan

Khairul Ikhwan - detikNews
Rabu, 25 Jul 2012 23:02 WIB
Asahan - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mengoperasikan Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (P4TKI) di Asahan, Sumatera Utara (Sumut). Dengan adanya pos ini, masyarakat yang berurusan dengan masalah penempatan TKI akan lebih mudah.

Peresmian P4TKI Asahan itu dilakukan Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat, Rabu (25/7/2012) sore di Kisaran, Asahan. Peresmian itu juga bagian dari rangkaian kegiatan Safari Ramadan BNP2TKI ke Sumut, Aceh, Riau dan Kepulauan Riau.

Jumhur menyatakan keberadaan P4TKI Asahan merupakan upaya untuk mendekatkan kepada masyarakat dan memberikan pelayanan publik sebaik-baiknya terkait urusan penempatan dan perlindungan TKI. Terutama yang berasal dari Asahan atau kabupaten atau kota di sekitarnya seperti di Tanjung Balai, Batubara dan Labuhanbatu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke Medan untuk urusan TKI," kata Jumhur.

Disebutkannya, BNP2TKI berkomitmen memberikan pelayanan masyarakat sebaik-baiknya terkait semua urusan penempatan dan perlindungan TKI. Apalagi keberadaan TKI atau mereka yang berminat untuk bekerja di luar negeri sangat membantu pemerintah dalam mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan karena permasalahan keterbatasan lapangan kerja di dalam negeri.

Sebelumnya, saat meninjau Pelabuhan Teluk Nibung, Tanjung Balai Asahan, Jumhur Hidayat juga meminta kantor Imigrasi di Tanjung Balai Asahan agar memperketat pengurusan dokumen bagi TKI Perempuan yang akan berangkat bekerja ke Malaysia. Permintaan ini dilakukan guna mencegah dampak negatif munculnya hubungan kerja yang eksploitatif sehingga menimbulkan kekerasan kepada pekerja perempuan.

Menurut Jumhur, keberadaan Tanjung Balai Asahan sejak lama memang merupakan tempat embarkasi dan debarkasi baik bagi warga Sumut maupun luar Sumut. Tindakan pencegahan, kata Jumhur bukan berarti diskriminatif kepada kaum perempuan untuk bekerja ke Malaysia.

"Minimal mereka dipastikan mengerti tentang pentingnya bekerja secara legal demi keselamatannya," tukas Jumhur yang sempat berdialog dengan beberapa TKI yang baru tiba dari Malaysia di Pelabuhan Teluk Nibung, Tanjung Balai.

(rul/mok)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini