"Saya masih mendengar informasi ada niat atau rencana yang tidak baik terhadap APBN dan APBD," ungkap SBY.
"Saya serukan kepada DPR/DPRD yang seperti juga di eksekutif ada oknumnya, jangan mau diajak yang tidak-tidak," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY menyatakan, baik APBN dan APBD merupakan satu dari 10 subsektor rawan dikorupsi. Berdasar kasus yang sudah masuk ke proses hukum, diketahui pelaku adalah oknum jajaran eksekutif yang berkolusi dengan oknum DPR atau DPRD.
Padahal negara bersusah payah menggenjot anggaran belanja demi menangkis krisis ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Maka sungguh keterlaluan bila dana tersebut justu dikorupsi oleh pejabat negara yang diberi amanah untuk mengelolanya.
"Hentikanlah. Jangan main-main dengan APBN/APBD," wanti SBY.
Lebih lanjut Presiden SBY mengatakan bahwa seluruh informasi yang diketahuinya tentang korupsi sudah disampaikannya ke PPATK, BPK, Polri dan Kejaksaan Agung untuk ditindaklanjuti. Informasi serupa juga disampaikannya kepada KPK meski secara tidak langsung dan melalui saluran tertentu.
"Sebab kalau saya menemui KPK, bisa dipersepsikan yang macam-macam. Makanya saya memilih secara tidak langsung dan melalui saluran tertentu," jelas SBY.
(lh/nrl)











































