"Kita sudah tahu kalau itu ada yang dijadikan museum. Tapi di desain terakhir yang kita lihat, replikanya sepenggal dari bangunan asli. Itu jelek. Maksudnya jelek itu misal disisakan terasnya doang, belakangnya nggak ada. Jadi seperti rumah buntung. Kalau konyol, mendingan enggak usah," ucap Ketua Tim Penasihat Pelestarian Lingkungan dan Bangunan Cagar Budaya Pemerintah DKI Jakarta, Bambang Eryudhawan.
Hal itu disampaikan Bambang dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (23/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, sisa bangunan yang ada nanti jadi bukti. Mungkin karena sudah berantakan, maka diselamatkan artefaknya. Laporannya belum sampai ke kami, jadi kami belum tentukan sikap," sambungnya.
Informasi dari Kedubes AS yang disampaikan pada tahun lalu, lokasi baru gedung adalah di sebelah kantor Wapres bagian depan. Itulah bagian pengurusan visa. Namun kala itu, Kedubes AS mengatakan desain yang diajukan masih bersifat sementara.
"Kita ingin apapun yang terjadi sejarah diplomasi kita disampaikan dalam bentuk (ruang) pameran agar masyarakat bisa tahun," kata Bambang,
Nanti setelah mendapatkan laporan kondisi gedung dan desain final, Pemprov DKI akan melakukan evaluasi. "Kalau tiba-tia disisakan sepenggal, kayak penjara Banceuy, jadi konyol. Harusnya relokasi utuh, kalau tidak bisa kombinasikan sebagian lama dan sebagian baru dalam bentuk yang bagus. Tapi ini pilihan-pilihannya belum masuk di kita," tuturnya.
AS berencana melakukan renovasi besar-besaran pada kompleks kedutaan besar mereka yang berada di Indonesia. Menurut Overseas Building Operations Project Director dalam proyek tersebut, Tamela Simpson, gedung ini nantinya akan menjadi gedung yang memadukan antara arsitektur modern dan nilai-nilai kebudayaan Indonesia.
Gedung itu akan terdiri dari 10 lantai perkantoran dan 4 lantai parkir. "Kami akan menciptakan gedung ini menjadi gedung yang ramah lingkungan, dan kami juga berusaha untuk membangun gedung ini dengan menggunakan standar tertinggi," ujar Tamela, di Gedung Kedubes AS, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2012).
Di beberapa titik akan ditempatkan panel matahari yang dapat menyimpan dan mengolah energi matahari yang disimpan untuk membantu memasok kebutuhan listrik. Pemerintah AS juga menyatakan akan melakukan perluasan komplek kedubes. Nantinya, komplek Kedubes AS tidak hanya bisa diakses dari Jalan Medan Merdeka Selatan saja, tetapi juga dapat diakses dari Jalan Kebon Sirih, sehingga ini diharapkan akan memudahkan akses menuju kedalam kompleks.
Proyek ambisius pemerintah AS ini terlihat sudah mulai berjalan. Saat detikcom berkesempatan mengunjungi gedung Kedubes AS terlihat beberapa orang melakukan pekerjaan membongkar konblok yang terdapat di dalam kompleks kedubes. Hal ini juga dikonfirmasi oleh seorang staf kedubes yang ditemui detikcom di lokasi.
(/nrl)










































