Ditemui hari Sabtu di rumah sakit Denver, Prodeo menceritakan detik-detik menegangkan saat insiden maut itu terjadi. Remaja berusia 15 tahun itu sempat keluar dari bioskop, namun kembali lagi untuk membantu ibunya, Rita Paulina dan sang ayah, Anggiat Situmeang. Selain itu, Prodeo juga sempat membantu satu orang lain yang terluka.
Awalnya, Anggiat tidak tahu bahwa Prodeo terkena luka tembak. Belakangan, ketika Prodeo menunjukkan luka di punggungnya, baru diketahui itu adalah bolong terkena peluru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya akan nonton film itu lagi, tapi saya akan tunggu sampai sudah berbentuk video," ujarnya seperti diberitakan Denver Post, 23 Juli 2012.
Dalam penembakan yang terjadi pada Kamis (19/7) tengah malam waktu AS itu dilakukan pria berusia 24 tahun bernama James Holmes. Dia menyebut dirinya The Joker, musuh Batman. Dia sudah ditangkap FBI. Karena aksinya, 12 orang tewas dan 71 luka-luka.
Prodeo sebelumnya dirawat di University of Colorado Hospital. Namun sejak kemarin, dia sudah diperbolehkan pulang. Peluru di dalam tubuhnya dibiarkan bersarang untuk sementara karena berada di tempat yang aman.
(mad/nrl)











































