Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Zulkarnaen Djabbar tersandung kasus suap pengadaan Alquran. Kasus ini bisa menurunkan popularitas Partai Golkar sampai ke titik bawah.
"Alquran bukan jumlah atau angkanya yang menjadi masalah, tapi korupsi pengadaan Alquran menjadi bumerang bagi Golkar karena ini tidak sekedar pelanggaran hukum tapi sangat menistakan agama. Kita saja membawa Alquran dengan sangat hati-hati kita tenteng, waktu kecil kita taruh di ubun-ubun, jangan sampai didudukin, bagaimana kemudian pengadaannya ditelan," kata pengamat politik LIPI Siti Zuhro kepada detikcom, Sabtu (21/7/2012).
Mungkin untuk saat ini kasus ini belum menjadi bola salju yang bisa meruntuhkan citra besar. Namun mendekati pemilu 2014 segala hal bisa terjadi. Tentu Golkar harus punya antisipasi politik tersendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan memang benar citra PD terus turun belakangan ini. Diantara kasus-kasus korupsi yang melibatkan kader Golkar, memang kasus korupsi pengadaan Alquran yang sangat berperan dalam penurunan citra Golkar.
"Suara Golkar turun dua persen dalam sebulan. Bukan karena JK tapi karena korupsi," kata peneliti LSI, Burhanudin Muhtadi, saat dihubungi terpisah.
(van/ndr)










































