Kasus Korupsi Alquran Semakin Meruntuhkan Citra Golkar

Kasus Korupsi Alquran Semakin Meruntuhkan Citra Golkar

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Sabtu, 21 Jul 2012 15:08 WIB
Kasus Korupsi Alquran Semakin Meruntuhkan Citra Golkar
Foto: Zulkarnaen Djabbar
Jakarta -

Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Zulkarnaen Djabbar tersandung kasus suap pengadaan Alquran. Kasus ini bisa menurunkan popularitas Partai Golkar sampai ke titik bawah.

"Alquran bukan jumlah atau angkanya yang menjadi masalah, tapi korupsi pengadaan Alquran menjadi bumerang bagi Golkar karena ini tidak sekedar pelanggaran hukum tapi sangat menistakan agama. Kita saja membawa Alquran dengan sangat hati-hati kita tenteng, waktu kecil kita taruh di ubun-ubun, jangan sampai didudukin, bagaimana kemudian pengadaannya ditelan," kata pengamat politik LIPI Siti Zuhro kepada detikcom, Sabtu (21/7/2012).

Mungkin untuk saat ini kasus ini belum menjadi bola salju yang bisa meruntuhkan citra besar. Namun mendekati pemilu 2014 segala hal bisa terjadi. Tentu Golkar harus punya antisipasi politik tersendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin untuk saat ini belum diberikan bombastis seperti kasus Hambalang dan Wisma Atlet karena dia belum berkuasa. Tapi nanti di pertengahan tahun 2014 pasti akan dimunculkan banyak hal," kata Siti.

Dan memang benar citra PD terus turun belakangan ini. Diantara kasus-kasus korupsi yang melibatkan kader Golkar, memang kasus korupsi pengadaan Alquran yang sangat berperan dalam penurunan citra Golkar.

"Suara Golkar turun dua persen dalam sebulan. Bukan karena JK tapi karena korupsi," kata peneliti LSI, Burhanudin Muhtadi, saat dihubungi terpisah.



(van/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini