Pernak-pernik Aksesoris Masa Orientasi Siswa Tidak Mendidik

Pernak-pernik Aksesoris Masa Orientasi Siswa Tidak Mendidik

Andi Saputra - detikNews
Senin, 16 Jul 2012 15:25 WIB
Pernak-pernik Aksesoris Masa Orientasi Siswa Tidak Mendidik
Siswa baru menggunakan pernak-pernik MOS (jhoni/detikcom)
Jakarta - Pagi ini ribuan siswa masuk sekolah memulai tahun ajaran baru. Namun ada yang berbeda, sebab di antara mereka ada yang memakai pita warna-warni di rambut. Ada juga yang menggunakan topi dari tempat makanan, dan tas dari keranjang sampah.

"Masa orientasi siswa (MOS) seperti itu tidak mendidik," kata pengamat pendidikan Darmaningtyas saat berbincang dengan detikcom, Senin (16/7/2012).

Seperti terlihat di daerah Joglo, Jakarta Barat, pagi ini, para siswa baru juga harus berburu balon gas sebagai syarat ikut MOS. Mereka juga mengenakan kertas yang menggantung di dada dengan nama siswa layaknya pemilihan Putri Indonesia.

"Hal itu juga membebani orang tua. Bagi yang tua yang tidak mampu membeli pernak-pernik MOS, ini sungguh membebani," ujar Darmaningtyas.

Pernak-pernik MOS juga merepotkan anak didik dan orang tua. Seperti harus membawa penghapus berwarna merah putih, sepatu hitam dengan tali biru, koran edisi minggu lalu dan sebagainya. "Ada juga yang harus membawa permen dengan merek tertentu yang rasanya tidak enak dan susah dicari. Ini membebani anak didik di awal sekolah," beber Dermnaningtyas.

Darmaningtyas berharap pihak sekolah segera menghentikan model MOS seperti itu. Sebab selain membebani orang tua juga nilai yang ingin disampaikan tidak mengena.

"Semua itu kan harus dibeli dengan uang, tapi kemanfaatannya tidak ada. Buat apa MOS kalau seperti itu," ujar pria yang mengawali karier sebagai guru honorer di Gunung Kidul, Yogyakarta, pada 1982 silam ini.

(asp/nrl)


Berita Terkait