"Kekalahan cagub Alex-Nono bukanlah lonceng kematian bagi Partai Golkar. Pertama, DKI Jakarta memang medan yang berat bagi Partai Golkar. Harus diingat, kursi Partai Golkar di DPRD Jakarta sekarang ini hanyalah 7 kursi. Sejak dulu kala Golkar selalu harus dengan sangat susah payah untuk memenangi Pemilu di DKI. Bahkan pada masa pemerintahan Orde Baru sedang kuat-kuatnya sekalipun, Golkar pernah mengalami kekalahan di DKI," ungkap Ketua DPP Golkar, Hadjrianto Y Tohari, kepada detikcom, Jumat (13/7/2012).
Selain itu, Hadjri menambahkan, Alex-Nono tak hanya diajukan Golkar sendiri. Namun juga melibatkan koalisi dengan PPP dan PDS yang juga punya mesin politik cukup baik di DKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walhasil, menurut Hadjri, kekalahan Alex Noerdin memang kekalahan politik Golkar, tetapi tidak perlu didramatisasi dan dipolitisasi secara berlebihan. Meski jelas hal ini harus dijadikan pelajaran berharga bagi Golkar.
"Kalah menang itu kan hal yg biasa dalam politik. Dan ini, sekali lagi, bukan lonceng kematian bagi Partai Golkar. Yang penting ke depan PG harus mau berbenah. PG harus sungguh-sungguh peka dan mau mendengar suara rakyat. Rakyat lah yang menjadi sumber kemenangan dan sekaligus sumber kekuasaan itu. Maka isyarat-isyarat dari rakyat harus benar-benar diperhatikan dan dicermati," pungkasnya.
(van/edo)










































