Bagi Kursi Menteri Mega (4)
Achmad Ali: Saya Wait and See
Selasa, 24 Agu 2004 12:53 WIB
Jakarta - Pakar hukum dari Universitas Hasanuddin (Unhas) yang juga anggota Komnas HAM Prof Dr Achmad Ali disebut menjadi calon jaksa agung kabinet Mega. Ali akan menunggu pengumuman yang pasti. Saat dihubungi detikcom, Selasa (24/8/2004), Ali terkesan menyembunyikan penunjukannya sebagai calon menteri. Namun, di akhir pembicaraan, Ali mengaku akan menunggu saja pengumuman yang pasti dari Megawati. Ali mengaku belum mengetahui tentang kabar penunjukan dirinya sebagai jaksa agung. Ali memang pernah dipanggil untuk bertemu Mega di Istana. Tapi, pada saat itu, kata dia, tapi tidak ada pembicaraan mengenai tawaran kursi kabinet."Enggak ada itu. Sampai saat ini belum sampai begitu. Belum kongkret. Jadi tunggu saja," kata Ali. Jawaban Ali ini tampaknya terkesan tidak tegas. Jadi, walau belum kongkret, tapi memang ada tawaran? "Kita tunggu saja. Katanya Bu Mega mau mengumumkan kabinet inti. Jadi, jangan mendahului pengumuman. Saya wait and see saja," tegas Ali. Menurut Ali, pemanggilan dirinya ke Istana Negara beberapa waktu lalu oleh Mega, memang telah ditafsirkan oleh sejumlah kalangan bahwa dirinya ditawari posisi jaksa agung. "Soal posisi seperti itu (tawaran jadi jaksa agung, red) belumada. Cuma memang, banyak spekulasi. Kenapa untuk diskusi harusdipanggil," jelas Ali. Namun, ketika disinggung soal pandangan sebagian kalangan bahwa tokoh yang tepat untuk menempati pos jaksa agung salah satu adalah diriny, Achmad Ali pun menyatakan secara terbuka ia siap untuk menjadi jaksa agung. "Kalau itu benar, saya siap. Tugas penegakan hukum apapun, saya siap," demikian Ali.Selain nama Achmad Ali, ada nama lain yang disebut juga menjadi calon menteri. Azyumardi misalnya akan menjadi mendiknas dan Ichlasul Amal akan diplot menjadi menteri pemberdayaan aparatur negara (men-PAN). Sayang, Azyumardi Azra dan Ichlasul belum berhasil dikonfirmasi. Azyumardi Azra saat dihubungi, telepon genggamnya tidak aktif, sedangkan Ichlasul Amal sedang melawat ke Jepang. Ichlasul baru meninggalkan Jakarta pada pukul 05.00 WIB, Selasa (24/8/2004), dan berada di Jepang selama sepekan.
(asy/)











































