Metode tersebut bernama Exit Poll, yang dilakukan usai para pemilih mencoblos. LSI menggunakan 410 TPS se-DKI Jakarta dalam teknisnya. Dari masing-masing TPS, terpilih 2 orang.
Jumlah responden yang digunakan sebanyak 767 orang dengan margin of error kurang lebih 95 persen. Hasi polling ini diberikan dalam acara 'Quick Count & Exit Polling Pilkada DKI Jakarta' di kantor LSI, Jl Lembang Terusan D-57, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika dipecah berdasarkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) serta Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok), pemilih Foke-Nara didominasi oleh pemilih di bawah 21 tahun dengan 36,1 persen. Sedangkan Jokowi-Ahok di dominasi usia 41-55 tahun dengan 45 persen.
Sementara itu berdasarkan gender, baik pasangan Foke-Nara maupun Jokowi-Ahok di dominasi dengan pemilih perempuan dengan masing masing 34,2 persen dan 42,6 persen.
Berdasarkan etnis, polling ini menunjukkan jika pasangan Foke-Nara mayoritas didukung 48,3 persen masyarakat Betawi. Sedangkan etnis Cina sebanyak 100 persen mendukung pasangan Jokowi-Ahok.
Jika melihat dari agama, Foke-Nara didominasi umat muslim dengan persentase 35,3 persen. Jokowi-Ahok didukung 77,1 persen umat Protestan.
Sementara menurut partai, Foke-Nara didominasi oleh partai Demokrat dengan persentase sebanyak 55,1 persen. Pasangan Jokowi-Ahok mayoritas didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebanyak 79,1 persen.
(ega/ega)










































