BNN: 70% Pengguna Narkoba di Jateng Adalah Pekerja

BNN: 70% Pengguna Narkoba di Jateng Adalah Pekerja

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 10 Jul 2012 21:10 WIB
BNN: 70% Pengguna Narkoba di Jateng Adalah Pekerja
Semarang - Berdasarkan penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) dan pusat penelitian kesehatan Universitas Indonesia tahun 2008, diketahui sebanyak 493.533 warga atau 2,11 persen dari 23.351.700 warga Jawa Tengah terjerat penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Namun pada tahun 2011 jumlah tersebut menurun menjadi 1,9 persen.

"Yang menggembirakan hasil penelitian UI dan BNN pada tahun 2011 jumlahnya turun menjadi 1,9 persen," kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah (BNN), Kombes Pol Soetarmono usai menghadiri acara di hotel Semesta, jalan KH Wahid Hasyim, Semarang, Selasa (10/7/2012).

Soetarmono juga menjelaskan kontribusi terbesar dalam indeks ppengguna narkoba adalah para pekerja. Dari data BNN diketahui pekerja mendominasi indeks pengguna narkoba yaitu 70 persen sedangkan siswa dan mahasiswa sebanyak 20 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kontribusi terbesar adalah pekerja karena sudah kecukupan materi. Bisa juga mereka ini stres kerja, sengaja doping atau dari sekolahnya sudah menggunakan (narkoba)," ungkap Soetarmono.

Dalam pengungkapan kasus sabu-sabu, Soetarmono mengatakan, Jateng masuk dalam tiga besar setelah Jakarta dan Banten. Sabu dari luar negeri masuk dari Bandara Adi Sumarmo, Solo dan Bandara Ahmad Yani Semarang.

"Tahun 2011 diungkapkan di bandara Adi Sumarmo sendiri yaitu April 1,1 kg, Mei 1,4 kg dan Juni 1,1 kg. Itu yang kena, yang tidak kena berapa?" katanya.

Sementara itu untuk penanganan pecandu narkoba, pemerintah telah menyiapkan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Pada institusi tersebut nantinya para pecandu akan memperoleh rehabilitasi secara gratis.

"Kalau terindikasi kita rekomendasi ke IPWL supaya sembuh. Gratis," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Panti Rehabilitasi Sosial mandiri, Suryani Dwi Lestari mengaku belum siap ditunjuk sebagai IPWL yang sudah berjalan tahun 2012. Meski demikian pihaknya tetap akan mempersiapkan Sumber Daya Manusia dan ruangan.

"Kami menyediakan apa yang kami punya," ungkapnya.

Selain IPWL, Soetarmono mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan dengan tes urin untuk pegawai negeri di pemerintahan provinsi Jateng dan kota Semarang. Surat dari gubernur Jateng sudah ia terima.

"Dalam waktu dekat akan kami laksanakan," tutup Soetarmono.

(alg/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini