"Menurut kami hanya kekhawatiran berlebihan, karena hampir jarang ditemukan, karena yang banyak adalah modus pra bayar," ujar timses Foke-Nara, Gioferdi Rauf kepada detikcom, di Kantor KPUD, Jalan Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2012).
Menurutnya, sebetulnya modus kecurangan itu bisa diantisipasi dengan membuat peraturan lebih teknis oleh Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) bersama saksi di TPS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, hal itu menjadi penting karena pihaknya juga berkepentingan untuk menghindari politik uang semacam itu.
"Ya kami jamin kami tidak akan menggunakan cara-cara seperti itu. Kita fair aja, kalau mau dibuat edaran soal mekanisme teknisnya ya kami akan patuhi," ucap Gioferdi.
"Faktanya kami menyiapkan lebih dari 30 ribu saksi tiap TPS, karena kami berkepentingan dengan pemilu yang jujur," imbuhnya.
(rmd/rmd)











































